Rasa Malu Membuat Orang Makin Terjebak Pinjol, Ini Kata Psikolog

2026-01-17 00:40:54
Rasa Malu Membuat Orang Makin Terjebak Pinjol, Ini Kata Psikolog
– Pinjaman online atau pinjol kerap bermula dari kebutuhan mendesak. Namun, bagi sebagian orang, masalah tidak berhenti pada utang yang menumpuk.Tekanan psikologis, terutama rasa malu, justru membuat seseorang semakin terjebak dan sulit keluar dari lingkaran pinjol.Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi menjelaskan, rasa malu merupakan salah satu faktor psikologis paling kuat yang membuat orang enggan membicarakan masalah pinjol, bahkan kepada keluarga atau orang terdekat.“Banyak orang menyembunyikan utang pinjol karena merasa gagal mengelola keuangan. Rasa malu ini membuat mereka memilih diam, padahal justru memperburuk kondisi,” ujar Meity saat dihubungi Kompas.com, Rabu .Baca juga: Cara Memutus Rantai Ketergantungan Pinjol Menurut Psikolog, Ubah Pola PikirMenurut Meity, dalam banyak budaya, kemampuan mengelola keuangan masih sering dikaitkan dengan nilai diri dan keberhasilan pribadi.Ketika seseorang terlilit utang, terutama pinjol yang kerap mendapat stigma negatif, muncul perasaan tidak berharga dan takut dinilai buruk.“Utang sering dipersepsikan sebagai kegagalan pribadi, bukan sebagai situasi yang bisa dialami siapa saja. Inilah yang memicu rasa malu berlebihan,” jelasnya.Akibatnya, seseorang berusaha mempertahankan citra diri sebagai individu yang mandiri dan mampu secara finansial, meski kenyataannya sedang berada dalam tekanan berat.Selain faktor internal, tekanan sosial juga memperkuat rasa malu. Meity menyoroti peran lingkungan dan media sosial yang kerap menampilkan standar hidup tertentu, sehingga seseorang merasa harus terlihat ‘baik-baik saja’.“Social comparison membuat orang takut kehilangan penerimaan sosial. Mereka khawatir dianggap tidak mampu atau menjadi beban jika masalah keuangannya diketahui,” kata Meity.Dalam kondisi ini, pinjol sering dijadikan solusi diam-diam. Ironisnya, sikap menutup diri justru membuat seseorang semakin bergantung pada pinjol karena merasa tidak punya tempat aman untuk meminta bantuan.Meity menjelaskan, rasa malu tidak hanya membuat seseorang enggan berbagi cerita, tetapi juga menghambat pengambilan keputusan yang lebih sehat.Ketika utang mulai menumpuk, individu yang diliputi rasa malu cenderung mencari jalan keluar sendiri, termasuk kembali menggunakan pinjol lain untuk menutup utang sebelumnya.“Ini membentuk lingkaran setan. Semakin malu, semakin tertutup. Semakin tertutup, semakin sulit mencari solusi yang realistis,” ujarnya.Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan stres kronis, kecemasan berlebihan, gangguan tidur, hingga depresi.Baca juga: Tak Ingin Kecanduan Pinjol? Ini Cara Mencegahnya Menurut Psikolog


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-16 23:21