Misa Malam Natal di Perbatasan RI–PNG, Umat Paroki Ubrub Rayakan dengan Cahaya Genset

2026-01-12 11:53:02
Misa Malam Natal di Perbatasan RI–PNG, Umat Paroki Ubrub Rayakan dengan Cahaya Genset
KEEROM,  - Misa malam Natal di wilayah perbatasan RI–Papua New Guinea (PNG) digelar dengan penerangan genset, menyusul belum tersedianya listrik di Kampung Umuaf, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua.Sekitar pukul 18.00 WIT, umat Katolik mulai mendatangi Gereja Katolik Paroki Santo Bonifasius Ubrub yang berada di Kampung Umuaf.Distrik Web merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga PNG.Di wilayah Paroki Ubrub, khususnya Kampung Umuaf, warga sehari-hari hanya mengandalkan mesin genset atau solar cell untuk penerangan malam hari.Baca juga: Saat Misa Malam Natal Diramaikan Anak Muda di Gereja Santo Yohanes PenginjilPada pukul 19.00 WIT, perayaan ibadah Misa malam Natal (malam kudus) dimulai dengan mengandalkan lampu genset yang hanya menerangi bagian dalam gereja serta rumah pastoran.Misa malam Natal tersebut dipimpin oleh Pastor Rekan Gereja Katolik Paroki Santo Bonifasius Ubrub, Pastor Hary, OSA, yang dibantu oleh anak-anak mesdinar dan petugas liturgi lainnya.Bagian dalam gereja tampak dihiasi dedaunan berwarna merah seperti Cordyline fruticosa (andong merah) dan Ti Plant ‘Re Sister’ yang merupakan tanaman hias. Selain itu, daun kelapa muda juga digunakan untuk memperindah suasana gereja.Ratusan umat Katolik dari berbagai usia, mulai dari orang tua, pemuda, remaja, hingga anak-anak, memadati gereja untuk mengikuti perayaan Natal.Dalam homilinya, Pastor Hary menyampaikan pesan Bapa Suci Paus Leo XIV agar umat Katolik berdamai dengan diri sendiri dan keluarga sebelum merayakan Natal.“Paus Leo XIV berpesan, agar setiap kita sebelum masuk ke gereja harus berdamai dengan hati dan sesama,” ungkap Pastor Hary.Baca juga: Malam Natal, Gereja Santo Yohanes Penginjil Jaksel Dijaga Ketat BrimobIa menjelaskan, umat Katolik telah melalui masa penantian sejak Minggu Advent I hingga Minggu Advent IV untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus.“Tentu yang terpenting adalah kita membenahi hati kita masing-masing untuk menerima kelahiran Yesus Kristus. Sehingga malam ini kita rayakan dengan penuh suka cita, karena kelahiran-Nya membawa kebahagiaan,” jelasnya.Menurut Pastor Hary, tema Natal tahun ini adalah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema tersebut menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus membawa sukacita bagi setiap keluarga, termasuk umat Katolik di Paroki Santo Bonifasius Ubrub.“Allah hadir di dalam keluarga, sehingga di dalam keluarga itu ada suka cita, damai dan kedamaian. Karena Allah hadir di dalam keluarga kecil, terutama seluruh umat Katolik yang ada di sini,” ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-12 12:15