Liburan Nataru, Ini Titik Rawan Bencana yang Harus Diwaspadai di Lumajang

2026-02-02 08:57:02
Liburan Nataru, Ini Titik Rawan Bencana yang Harus Diwaspadai di Lumajang
LUMAJANG, - Jelang libur panjang dalam rangka hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah memetakan titik-titik rawan bencana.Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Lumajang, Isnugroho mengatakan, titik rawan bencana di Lumajang dipetakan berdasarkan jalan nasional yang kerap dilewati oleh masyarakat."Karena ini Nataru, banyak orang ingin liburan, kita petakan berdasarkan jalan nasional atau jalan utama yang biasa dilintasi warga," kata Isnugroho di Lumajang, Selasa .Kabupaten Lumajang merupakan daerah yang dilewati saat pengendara dari Surabaya hendak menuju ke Kabupaten Jember dan Banyuwangi, maupun sebaliknya.Selain itu, Kabupaten Lumajang juga bisa menjadi penghubung menuju Kabupaten Malang melalui jalur selatan atau Piket Nol.Baca juga: Bupati Lumajang Pastikan Pecat Oknum Guru yang Divonis 5 Tahun karena Lecehkan 6 SiswiIsnugroho menjelaskan, risiko bencana di sisi utara Lumajang atau di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, dan Kedungjajang, adalah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.Oleh karenanya, warga diminta berhati-hati dengan risiko terjadinya pohon tumbang saat angin kencang terjadi."Kalau di utara mulai Ranuyoso, Klakah, sampai Kedungjajang, itu potensi bencananya adalah hujan disertai angin kencang, karena saat ini sedang dalam bencana hidrometeorologi," ujarnya.Selanjutnya, risiko terjadi genangan banjir juga mungkin terjadi ada di Kecamatan Jatiroto dan Tempeh apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.Ditambah lagi, risiko terjadi luapan banjir lahar di aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru seperti di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo."Kalau banjir genangan di Jatiroto, Tempeh, kemudian banjir lahar bisa terjadi di Candipuro dan Pronojiwo," kata Isnugroho.Baca juga: Pemkab Lumajang Tak Berlakukan WFA Saat Libur Natal dan Tahun BaruRisiko lain berada di kawasan rawan longsor seperti di area perbukitan Piket Nol yang ada di Kecamatan Candipuro.Jalan ini, merupakan akses utama dari Lumajang menuju Malang, maupun sebaliknya.Selain rawan longsor, Isnugroho juga mengingatkan risiko terjadinya letusan sekunder saat terjadi banjir lahar Semeru yang menyebabkan hujan abu dan gangguan pernapasan."Piket Nol itu rawan longsor, kemudian di Jembatan Gladak Perak kalau ada banjir lahar juga berisiko terjadi letusan sekunder yang menyebabkan hujan abu," ujarnya.Untuk tempat wisata, secara keseluruhan Isnugroho meyakini kondisinya masih aman untuk dikunjungi.Namun, BPBD mengingatkan risiko terjadi hujan disertai petir di sekitar Pantai Selatan Lumajang."Perlu kami tekankan, jangan coba-coba berwisata ke lokasi bencana Semeru," tandas Isnugroho.Baca juga: Bupati Indah Bolehkan Mobil Dinas Pemkab Lumajang Dipakai untuk Libur Nataru


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-02-02 18:33