Lagu Mars Hari Ibu: Lirik Lengkap dan Profil Penciptanya

2026-01-13 06:56:05
Lagu Mars Hari Ibu: Lirik Lengkap dan Profil Penciptanya
 - Lagu Mars Hari Ibu selalu dinyanyikan dalam berbagai peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember.Menyanyikan lagu Mars Hari Ibu juga menjadi salah satu rangkaian acara dalam upacara peringatan Hari Ibu ke-97 tahun 2025.Lagu ini bukan sekadar pengiring seremoni, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap peran dan perjuangan perempuan Indonesia dalam kehidupan bangsa dan negara.Untuk itu, menyongsong peringatan Hari Ibu 2025, artikel ini menyajikan lirik lagu Mars Hari Ibu Nasional sekaligus profil singkat penciptanya.Baca juga: Logo Hari Ibu 2025 Resmi dari KemenPPPA: Makna dan FilosofinyaDikutip dari dokumen Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) tentang Pedoman Penyelenggaraan Hari Ibu ke-97 tahun 2025, berikut lirik lagu Mars Hari Ibu:Merdeka melaksanakan dharma perlambang tekad kaum wanitaBahu membahu dengan kaum pria mencapai kemerdekaan bangsaMempersiapkan generasi muda jadi penerus perjuangan bangsaBulan Desember dua puluh dua tahun dua puluh delapanAwal kesatuan gerak wanita Indonesia meningkatkan peran wanita jadi tekad kitaMenjadi mitra sejajar pria dalam pembangunan bangsaHari Ibu Indonesia pembangkit semangat juang kitaBaca juga: Tema Hari Ibu 2025 Resmi, Lengkap dengan Makna dan Empat Sub TemanyaPencipta lagu Mars Hari Ibu adalah Nortier Simanungkalit.Lagu ini diciptakan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan kaum perempuan di Indonesia terutama para Ibu.Nortier Simanungkalit merupkan seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, kelahiran Tarutung, Tapanuli, pada 17 Desember 1929.Ia adalah Komandan Tentara Pelajar Sub Terr VII Tapanuli dan Sumatera Timur Selatan.Baca juga: 45 Ucapan Selamat Hari Ibu 22 Desember 2025, Lengkap dengan Twibbon dan Poster yang Diunduh GratisSetelah tidak lagi menjadi pejuang kemerdekaan, Nortier beralih menjadi seorang pelajar dan kemudian pindah ke Yogyakarta dan memulai karirnya sebagai musikus/komponis yang menghasilkan lebih dari 150 komposisi himne dan mars.Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul "Teks Mars dan Hymne Hari Ibu Nasional 2025, untuk Dinyanyikan pada 22 Desember"


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-13 06:03