- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa dari 13 segmen megathrust di Indonesia, tiga di antaranya merupakan zona sumber gempa aktif.Hal ini menjadi peringatan penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia.Secara geografis dan geologis, wilayah Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.Pertemuan tiga lempeng ini menciptakan zona tumbukan yang menyebabkan terbentuknya deretan gunung api, sesar aktif, serta zona subduksi atau penunjaman yang berpotensi menimbulkan gempa besar.Baca juga: Tiga Zona Megathrust di Indonesia Berpotensi Gempa BesarDari proses ini pula terbentuk 13 segmen megathrust di sepanjang wilayah Indonesia, mulai dari barat hingga timur.Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dari 13 segmen tersebut, tiga segmen di antaranya yakni di Mentawai, Selat Sunda, dan Sumba teridentifikasi sebagai zona sumber gempa aktif."(Dari 13 segmen) diyakini bahwa megathrust pada nomor 4 di daerah Mentawai, nomor 7 di daerah Selat Sunda, dan nomor 10 di Sumba adalah zona sumber gempa aktif yang belum terjadi gempa besar dalam rentang waktu selama puluhan hingga ratusan tahun," kata Faisal dikutip dari Kompas.com, Rabu .Baca juga: Pakar Geologi Ungkap Gempa 5,7 M Banyuwangi Bukan dari Zona Megathrust dan Tak Berpotensi TsunamiZona ini, lanjut Faisal, diduga tengah mengalami akumulasi energi tektonik yang dapat dilepaskan sewaktu-waktu dalam bentuk gempa besar."Diduga kuat saat ini sedang terjadi proses akumulasi energi tektonik yang dapat merilis gempa besar sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi," ujarnya.Zona megathrust merupakan zona subduksi atau penunjaman dengan kedalaman kurang dari 50 kilometer.Zona ini terbentuk ketika dua lempeng tektonik bertemu dan salah satu lempeng menyusup ke bawah lempeng lainnya.Biasanya, lempeng samudera yang lebih padat menyusup ke bawah lempeng benua yang lebih ringan. Proses subduksi ini menyebabkan terjadinya penumpukan energi yang sangat besar.Baca juga: Antisipasi Megathrust, Kemenkes Siapkan Tim Medis KedaruratanKetika energi yang tertahan itu akhirnya dilepaskan, maka terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar.Itulah sebabnya gempa megathrust sering kali menimbulkan kerusakan parah dan bahkan memicu tsunami, seperti yang terjadi di Aceh pada 2004.Di Indonesia, zona megathrust tersebar luas dan hampir mengelilingi seluruh wilayah kepulauan.
(prf/ega)
Zona Megathrust Mentawai Masih Menyimpan Energi Tektonik, BMKG: Bisa Lepas Kapan Saja
2026-01-14 01:07:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-14 01:11
| 2026-01-14 01:07
| 2026-01-14 00:55
| 2026-01-13 23:15
| 2026-01-13 22:59










































