Hujan Deras, Ribuan Rumah di Pangkalpinang Terendam Banjir

2026-01-11 03:51:53
Hujan Deras, Ribuan Rumah di Pangkalpinang Terendam Banjir
PANGKALPINANG, - Ribuan rumah di Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terendam banjir setelah hujan deras mengguyur pada Minggu siang.Luapan banjir dipicu intensitas hujan yang tinggi serta air laut pasang atau banjir rob."Sudah tiga kali dalam bulan ini terendam banjir. Belum ada perubahan untuk saluran drainasenya," kata Sutarman (45), warga di kawasan Gedung Nasional, Pangkalpinang, Minggu sore.Hujan masih mengguyur saat Sutarman terlihat berjaga-jaga bersama sejumlah warga lainnya. Ruas jalan di permukiman mereka terendam banjir dan genangan masuk ke dalam rumah setinggi sepuluh sentimeter.Baca juga: Prabowo: Utang KUR Petani Korban Banjir Aceh Akan Dihapus PemerintahBanjir yang kerap masuk ke dalam rumah, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan perabotan serta peralatan elektronik mudah rusak."Banjir kalau sudah masuk ke rumah walaupun sedikit, sangat merepotkan. Perabotan terendam menyisakan lumpur dan sampah," ujar Sutarman diamini sejumlah warga lainnya.Selain di gedung nasional, banjir juga melanda kawasan Kampung Bintang, Kampung Opas, Kampak, Bukit Tani dan Selindung.Ruas jalan perbatasan yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Sungailiat, Bangka juga terendam banjir rob, menyebabkan sebagian kendaraan roda dua mogok di jalan.Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Saparudin melakukan pemantauan sejumlah lokasi banjir.Ia tampak berdialog dengan warga dan mengatakan bahwa ancaman banjir rob masih akan terjadi beberapa hari ke depan.Baca juga: 46 Siswa Sumberlangsep Terancam Tak Bisa Ikut Ujian Besok karena Banjir Lahar Semeru"Masih harus waspada untuk banjir rob. Kami juga akan mengupayakan pembenahan infrastruktur," kata Saparudin.Ia juga menginstruksikan pada dinas untuk menyediakan nasi bungkus pada warga terdampak banjir."Tadi ada yang bilang lapar karena tidak bisa memasak sejak pagi, rumah mereka kebanjiran," ujar Udin.Udin menegaskan, Pemerintah telah menyiapkan langkah jangka panjang mengatasi banjir rob di kawasan pesisir.“Kami akan melakukan pengerukan alur pada tahun 2026 untuk pendalaman sungai. Ini langkah penting untuk mengantisipasi banjir ke depan.""Kami juga meminta warga tetap menjaga kebersihan dan rutin gotong royong,” kata dia.


(prf/ega)