PALOPO, – Saat jarum baru menunjukkan pukul 03.00 Wita, Maryam (35) sudah berjalan meninggalkan rumahnya di Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.Di saat banyak orang masih terlelap, ia memulai rutinitas sebagai pekerja dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Anak Indonesia Cerdas.“Jam tiga berangkat dari rumah, sampai sini langsung siap-siap. Ayam diangkat ke meja, didinginkan dulu kalau masih panas. Setengah empat mulai packing,” katanya saat ditemui di dapur MBG Bara, Kamis .Baca juga: Kronologi Lengkap Raibnya Dana Rp 1 Miliar SPPG Bandung Barat, Dapur MBG Terhenti TotalDi dapur yang dipenuhi aktivitas pagi buta, Maryam bersama 11 rekannya menyiapkan ratusan porsi makanan setiap hari. Satu ompreng berisi nasi, ayam, sayur, tahu, dan lauk lain sesuai standar gizi.“Kalau SMA dapat dua potong ayam, kalau SD, SMP, dan PAUD satu potong. Porsinya beda-beda,” ucapnya.Maryam baru beberapa bulan bergabung di MBG setelah sebelumnya berjualan siomai di rumah. Penghasilannya kini lebih stabil.“Kalau dibanding jual siomai, lebih banyak di sini. Sekarang per sepuluh hari kami dapat Rp 1,2 juta,” ujarnya.Upah itu digunakannya untuk memenuhi kebutuhan dua anaknya yang duduk di kelas 1 SMK Negeri 2 Palopo dan kelas 4 SD Negeri 20 Palopo.“Alhamdulillah, gaji bisa dipakai buat anak sekolah. Anak saya senang juga karena dapat makan MBG di sekolah, uang jajannya bisa ditabung,” tutur Maryam.Baca juga: Tagihan Perawatan Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Tembus Rp 400 Juta, Pemda Didesak Bertanggung JawabLokasi dapur yang dekat dari rumah membuatnya tak kesulitan berangkat subuh. “Enggak ada hambatan, rumah dekat, jadi jam tiga jalan kaki sedikit sudah sampai,” katanya.Meski bekerja sejak dini hari, Maryam merasa nyaman karena suasana di dapur hangat dan akrab.“Biasa kami dengar musik sambil kerja. Tapi enggak boleh banyak bercanda, nanti lupa isi lauk. Pernah ayamnya lupa dimasukin, jadi buka lagi,” ungkapnya sambil tertawa.MUH. AMRAN AMIR Tenaga pemorsian di dapur MBG Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan menyiapkan menu untuk didistribusi ke sekolah, Kamis Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bara, Syahrani Dwi, menjelaskan dapur MBG melibatkan 47 relawan dalam lima divisi: persiapan, pengolahan, pemorsian dan pengemasan, distribusi, serta administrasi/logistik.“Divisi yang paling awal mulai bekerja itu bagian persiapan, karena mereka mulai sore untuk terima bahan, mencuci, dan memotong bahan. Kalau tim utama yang masak mulai datang jam dua belas malam untuk bersih-bersih bahan, lalu memasak sampai jam delapan atau sembilan pagi,” ujarnya.
(prf/ega)
Kisah Maryam, Ibu Dua Anak yang Tiap Subuh Siapkan Ribuan Porsi MBG di Palopo
2026-01-12 15:20:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:44
| 2026-01-12 15:18
| 2026-01-12 14:45
| 2026-01-12 14:44










































