Plt Sekjen MPR Tekankan Peran Paskibra Jaga Nilai Kebangsaan

2026-02-04 08:34:10
Plt Sekjen MPR Tekankan Peran Paskibra Jaga Nilai Kebangsaan
Dalam rangkaian kegiatan Festival Cut Nyak Dien 2025, "Nada dan Doa Spirit Cut Nyak Dien untuk Indonesia", Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Sumedang.Dalam sosialisasi ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah mengajak para siswa yang menjadi anggota Paskibra Kabupaten Sumedang untuk menghafal, memahami, menghayati, dan mengimplementasikan Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dalam kehidupan sehari-hari."Buku-buku (bahan) sosialisasi Empat Pilar MPR yang sudah diberikan oleh MPR agar dibaca, dihayati, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Siti Fauziah, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/12/2025).Penjelasan tersebut disampaikan oleh Siti saat menerangkan materi sosialisasi Empat Pilar MPR di Ecotheater Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (13/12). Dalam sosialisasi ini para peserta sudah dibekali buku-buku (bahan) antara lain buku Sosialisasi Empat Pilar MPR, buku Bahan Tayang Sosialisasi Empat Pilar, buku UUD NRI Tahun 1945.Saat memberi materi sosialisasi, Siti Fauziah mengatakan sejarah beberapa negara telah hilang karena mengalami perpecahan dan perang saudara. Uni Soviet sudah tidak ada, terpecah menjadi beberapa negara. Pun demikian dengan Yugoslavia yang terbagi beberapa negara. Beberapa negara juga masih mengalami konflik dan perang saudara."Mengapa Indonesia, sebuah negara besar dengan wilayah yang sangat luas dan keragaman suku, bahasa, dan budaya, bisa tetap bersatu? Hal itu karena Pancasila," kata Siti.Untuk itu, Siti Fauziah mengajak peserta sosialisasi yang terdiri dari anggota Paskibraka Kabupaten Sumedang ini bisa menghafal, memahami, menghayati, dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Sebagai contoh, implementasi Empat Pilar MPR adalah pagelaran budaya "Ekosistem Budaya Kasumedangan". Pagelaran ini merupakan bentuk implementasi Pancasila karena melestarikan seni budaya tradisional Sumedang.Siswa Paskibra perlu terlibat secara langsung dalam pelestarian seni budaya tradisional, dengan bisa melakukan tari atau menyanyikan lagu tradisional."Jangan sampai kita melupakan kebudayaan kita," tuturnya.Di depan para siswa Paskibra, Siti menceritakan dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat SLTA di Jakarta pada November 2025 lalu, para peserta LCC bisa menghafal sila-sila dalam UUD NRI Tahun 1945."Yang membanggakan mereka hafal UUD NRI Tahun 1945. Karena kalau dalam LCC ditanya rumusan pasal UUD NRI Tahun 1945, mereka harus menyebutkan rumusan pasal dan tidak boleh satu kata pun yang salah," katanya.Siti Fauziah ingin pasal-pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 tidak hanya dihafal, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab itu, Siti Fauziah meminta para siswa Paskibra untuk membaca buku-buku sosialisasi Empat Pilar MPR."Saya berharap buku sosialisasI Empat Pilar MPR jangan menjadi "bantal" tetapi dibaca untuk dipelajari bersama. Kita hayati isinya dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.Sebagai informasi, sosialisasi Empat Pilar MPR turut dihadiri Sekda Pemkab Sumedang, Tuti Ruswati dan dua narasumber, yaitu Asda I Pemkab Sumedang, Dian Sukmara dan Raden Taufiq Gunawansyah (Wakil Bupati Sumedang periode 2008-2013).Lihat juga Video 'Tangis Para Paskibraka di Mamasa Seusai Insiden Bendera Terbalik':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-02-04 07:09