Daftar Perang Paling Dahsyat Sepanjang 2025, Ada Dekat Indonesia

2026-01-16 00:51:30
Daftar Perang Paling Dahsyat Sepanjang 2025, Ada Dekat Indonesia
- Meski dorongan untuk perdamaian terus digaungkan, perang tetap pecah. Sepanjang 2025, dunia mengalami konflik mematikan yang merenggut ribuan jiwa.Tahun 2025 masih menjadi periode penuh gejolak dalam dinamika geopolitik global, ditandai pecahnya sejumlah perang dan konflik bersenjata di berbagai kawasan mulai dari Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Timur.Berikut daftar perang dahsyat yang pecah sepanjang 2025 sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.Baca juga: Perang Teknologi AS-China Memuncak, Washington Larang Drone DJI DijualPerang Iran-Israel pecah pada 13 Juni 2025 dan berlangsung selama. Pertempuran bermula ketika Israel melancarkan serangan udara sekaligus operasi-intelijen yang diberi sandi Operasi Rising Lion.Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kala itu mengatakan, serangan tersebut dimaksudkan untuk melumpuhkan senjata nuklir Iran.Serangan Israel tersebut juga menewaskan para perwira tinggi militer Iran dan sejumlah ilmuwan nuklir.Iran pun langsung membalas serangan Israel dengan serentetan serangan rudal.Setelah itu, kedua belah pihak saling jual-beli serangan selama lebih dari sepekan. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak.AS melibatkan diri dalam perang dengan melancarkan serangan udara pada 22 Juni dini hari ke tiga situs nuklir Iran.Situasi semakin rumit, dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lebih kuat jika tidak mau menyerah. Pada 24 Juni, Trump mengumumkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk gencatan senjata yang kemudian dikonfirmasi oleh kedua belah pihak.Perang ini menewaskan 1.190 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang di Iran. Selain itu, serangan Israel juga membunuh sejumlah tokoh penting Iran.Di sisi lain, serangan Iran menewaskan 28 orang dan menyebabkan 3.238 orang dirawat di rumah sakit karena luka-luka.Baca juga: Kamboja Minta Malaysia Jadi Juru Damai Lagi dalam Perang Lawan ThailandAFP/AAMIR QURESHI Jet tempur JF-17 Thunder Pakistan buatan China saat terbang dalam parade militer di Islamabad, 23 Maret 2018.Perang India-Pakistan yang terbaru pecah pada 7 Mei. Konflik ini berlangsung cukup singkat, kedua belah pihak sepakat berhenti melepaskan serangan pada 10 Mei.Pemicu krisis berawal dari serangan teroris 22 April di Pahalgam, Kashmir yang dikelola India, dan menewaskan 26 turis. India menuding ada peran Pakistan dan langsung meluncurkan serangan pada 7 Mei terhadap sembilan lokasi di Pakistan. Laporan menyebut India menggunakan amunisi artileri berpemandu presisi, munisi yang dijatuhkan drone, serta senjata jarak jauh termasuk rudal jelajah.Konflik juga berlangsung di udara, di mana Pakistan mengrklaim menembak jatuh sejumlah pesawat India. Beberapa jet tempur India dilaporkan jatuh.Perang juga melibatkan duel drone dan serangan jarak jauh. Pakistan disebut meluncurkan gelombang serangan drone.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-15 23:43