- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan sembilan orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Banten dan Jakarta.Penangkapan tersebut merupakan bagian dari OTT KPK di Banten yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum aparat penegak hukum.“Tim mengamankan sejumlah sembilan orang di wilayah Banten dan Jakarta,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis , seperti dikutip Antara.Baca juga: Kabar OTT KPK di Kalsel, Polres HSU Buka Suara: Benar, Pinjam Ruangan untuk PemeriksaanBudi mengatakan, seluruh pihak yang diamankan dalam OTT KPK masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.“Perkembangannya seperti apa, status hukumnya bagaimana, termasuk kronologi atau konstruksi perkara, nanti kami akan sampaikan secara lengkap pada kesempatan berikutnya,” ujarnya.Sebelumnya, KPK telah mengonfirmasi adanya OTT di Banten yang dilakukan oleh tim penindakan.Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyampaikan bahwa salah satu tokoh yang ditangkap dalam OTT tersebut merupakan jaksa.“Memang ada pengamanan (OTT, red.). Ada oknum jaksa,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis .KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.Baca juga: KPK Pinjam Ruangan Polres Hulu Sungai Utara, Kabar OTT di Kalimantan Selatan BeredarOTT KPK di Banten menambah daftar operasi tangkap tangan yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2025.Pada Maret 2025, KPK melakukan OTT dengan menjaring anggota DPRD dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.Selanjutnya, pada Juni 2025, KPK menggelar OTT terkait dugaan suap proyek pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara serta Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.OTT berikutnya dilakukan pada 7-8 Agustus 2025 di Jakarta, Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Makassar, Sulawesi Selatan, terkait dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.Pada 13 Agustus 2025, KPK kembali melakukan OTT di Jakarta terkait dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan.Selanjutnya, pada 20 Agustus 2025, KPK menggelar OTT terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang melibatkan Immanuel Ebenezer Gerungan selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan saat itu.Pada 3 November 2025, KPK melakukan OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025.Kemudian, pada 7 November 2025, KPK menangkap Bupati Ponorogo, Jawa Timur, Sugiri Sancoko, terkait dugaan suap pengurusan jabatan, proyek pekerjaan di RSUD dr. Harjono Ponorogo, serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.Terakhir, pada 9-10 Desember 2025, KPK menangkap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terkait dugaan penerimaan hadiah dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2025.Baca juga: OTT KPK di Banten: 9 Orang Diamankan, Termasuk Jaksa, Rp 900 Juta Disita
(prf/ega)
Pejabat yang Ditangkap dalam OTT KPK Sepanjang 2025
2026-01-12 22:53:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 23:09
| 2026-01-12 23:01
| 2026-01-12 22:59
| 2026-01-12 21:50
| 2026-01-12 21:34










































