Perkara Guiding Block di Tangsel: Tanpa Tekstur hingga Ubah Warna

2026-02-03 16:08:58
Perkara Guiding Block di Tangsel: Tanpa Tekstur hingga Ubah Warna
Blok pemandu (guiding block) di trotoar kawasan Tangerang Selatan (Tangsel) ramai dibahas di media sosial (medsos). Guiding block ramai dibahas karena cuma dicat.Umumnya, guiding block di trotoar dibangun menggunakan papan bertekstur yang menjadi petunjuk bagi penyandang tunanetra. Namun, guiding block di trotoar tersebut hanya dicat warna kuning.Trotoar dengan 'guiding block' berkelir kuning itu ada di Jalan Puspiptek-Serpong, Tangsel, tepatnya di depan SMAN 2 Tangerang Selatan hingga SMPN 8 Tangerang Selatan.detikcom mendatangi lokasi trotoar dengan guiding block tanpa tekstur dan hanya dicat seperti video viral di medsos. Kini, cat kuning telah diganti dengan cat abu-abu.Pantauan detikcom di lokasi, Senin (29/12/2025) pukul 11.30 WIB, sisa cat kuning masih terlihat pada trotoar tersebut. Guiding block juga belum terpasang di trotoar.Petugas yang membenahi trotoar tersebut juga sudah tidak lagi tampak. Menurut Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel, pengerjaan cat ulang trotoar tersebut dilakukan pada hari Sabtu (27/12)."Penanganan langsung dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten, pergantian warna dilakukan pada hari Sabtu kemarin," ujar Humas Dinas SDABMBK Tangsel Kemal saat dihubungi, Senin (29/12/2025).Kemal menjelaskan, trotoar tersebut jadi kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten. Laporan warga soal guiding block bercat kuning di trotoar tersebut telah diteruskan ke Dinas PUPR Provinsi Banten. "Lokasi pedestrian di depan SMPN 8 Kota Tangerang Selatan, Jalan Serpong-Puspiptek, merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten," kata Kemal.Seorang warga bernama Joni (33) menyebutkan trotoar itu telah diperbaiki sejak beberapa bulan lalu. Ia awalnya mengira trotoar tersebut memiliki guiding block karena ada warna kuning di tengahnya."Saya mikirnya waktu itu saya kira bener ya, ada yang buat disabilitasnya itu. Tapi ternyata kan kalau yang saya dengar, terus juga katanya jadi viral di socmed, ternyata nggak ada buat yang disabilitasnya itu ya," ujar Joni saat ditemui di lokasi.Joni mengatakan trotoar tersebut dicat ulang menggunakan warna abu-abu pada Sabtu (27/12). Dia berharap trotoar tersebut diperbaiki kembali sehingga dapat digunakan sesuai dengan penggunaannya."Ya trotoarnya lebih sesuai lagi lah penggunaannya. Ini kan buat jalan gitu, kan. Terus juga biar enak warganya. Saya pikir ya harus dibenerin sih, Bang," kata Joni.Warga lainnya, Maulana (24), juga berharap perbaikan trotoar tersebut konsisten dengan rencana awal pemerintah. "Kalau saya sih berharap ya biar ini ya, bergantung juga dari pemerintahnya idenya gimana. Ya kalau bisa konsisten lah. Misal, pemerintah maunya buat disabilitas ya harus ada guiding block-nya gitu, Bang, kalau mau gitu," ujar Maulana.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjelaskan soal trotoar yang viral dicat kuning menyerupai blok petunjuk di Tangsel. Pemprov menyebutkan inisiatif pengecatan itu dilakukan untuk memperindah trotoar dan akan dibangun guiding block asli pada 2026.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyebutkan trotoar sepanjang 190 meter itu sudah dibangun pada 2014. Kemudian, banyak laporan soal kondisi trotoar sudah kusam."Emang dari awal itu nggak ada guiding block-nya, terus karena kondisinya sudah agak rusak-rusak, kumuh, sama Hamdan (Kepala UPTD PJJ Tangerang) diperbaiki, dicat dibikin biar cantik, biar estetik," kata Arlan.Menurut dia, pemasangan guiding block akan dilakukan tahun depan dan anggarannya sudah disiapkan. Sementara itu, dia mengatakan perubahan warna cat menjadi abu-abu dilakukan agar tampilannya lebih natural."Pemeliharaan itu dicat, tadinya ada warna kuningnya, kan kurang bagus, diganti abu-abu, biar natural," katanya.Simak juga Video '#SaveSiJalurKuning: 13 Rintangan Tunanetra di Trotoar Jalan Dewi Sartika':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-03 16:16