Tanggal 30 Desember Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya

2026-02-04 05:58:51
Tanggal 30 Desember Memperingati Hari Apa? Ini Momen Penting dan Sejarahnya
- Tanggal 30 Desember 2025 jatuh pada hari Selasa dan menjadi salah satu tanggal penting dalam kalender peringatan nasional.Pada hari ini, masyarakat Indonesia memperingati haul ke-16 wafatnya Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur.Selain itu, tanggal ini juga bertepatan dengan Hari Jadi Satuan Pengamanan (Satpam). Dua peringatan tersebut memiliki latar belakang dan makna yang berbeda, namun sama-sama memiliki nilai historis dan sosial bagi bangsa Indonesia.Baca juga: 29 Desember Diperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan PentingnyaTanggal 30 Desember 2025 menandai 16 tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid. Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB setelah mengalami sakit komplikasi.Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, sejak 26 Desember 2009.Merujuk pada situs resmi Kementerian Agama, kondisi Gus Dur sempat membaik sebelum akhirnya kembali kritis hingga meninggal dunia.Sebagai Presiden Indonesia keempat, Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, dan toleransi.Baca juga: 28 Desember 1857: Jatuhnya Kanton dan Titik Balik Perang Candu IISalah satu kebijakan yang hingga kini dikenang adalah penetapan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional.Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah penting dalam pengakuan hak-hak budaya dan keagamaan masyarakat Tionghoa di Indonesia.Gus Dur juga dikenal sebagai pemimpin yang berani mengambil langkah-langkah reformasi, termasuk dalam upaya memperkuat demokrasi dan supremasi sipil.Pemikiran-pemikirannya masih sering menjadi rujukan dalam diskursus kebangsaan hingga saat ini.Baca juga: Tanggal 28 Desember Peringati Hari Apa Saja? Begini Catatan SejarahnyaGus Dur kerap dikenang sebagai Presiden Indonesia yang memiliki tingkat toleransi tinggi terhadap perbedaan.Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya menghormati keberagaman suku, agama, ras, dan budaya sebagai kekuatan bangsa.Pandangan Gus Dur tentang pluralisme tercermin dalam kebijakan-kebijakannya maupun sikap pribadinya. Ia percaya bahwa negara harus hadir untuk melindungi seluruh warganya tanpa diskriminasi. Selain haul Gus Dur, tanggal 30 Desember 2025 juga diperingati sebagai Hari Jadi Satuan Pengamanan atau Satpam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-04 04:37