Road Trip Nataru Pakai Mobil Pribadi: Ini Cara Jaga Performa dan Kenyamanan Perjalanan

2026-01-17 01:57:30
Road Trip Nataru Pakai Mobil Pribadi: Ini Cara Jaga Performa dan Kenyamanan Perjalanan
JAKARTA, - Perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menggunakan mobil pribadi masih menjadi pilihan banyak masyarakat.Fleksibilitas waktu dan rute menjadi alasan utama, meski perjalanan jarak jauh di tengah kepadatan lalu lintas membutuhkan persiapan matang agar tetap aman dan nyaman hingga tujuan.Menurut Sony Susmana, pendiri sekaligus pengajar senior di Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), keselamatan perjalanan panjang sangat ditentukan oleh kesiapan fisik pengemudi dan penumpang.Baca juga: QJMotor Punya 4 Motor untuk 2026, Siapkan Model AMT LagiIa menekankan pentingnya tidur cukup sebelum berangkat sebagai modal utama berkendara jarak jauh.“Persiapkan fisik, tidak hanya pengemudi tetapi juga penumpang. Tidur harus cukup sebelum melakukan perjalanan,” ujar Sony.Sony mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri saat tubuh mulai lelah atau mengantuk. Ia menyarankan pengaturan jadwal perjalanan yang realistis, termasuk durasi berkendara dan titik-titik istirahat.kompas.com Ilustrasi mengemudi.“Jika tubuh sudah memberikan sinyal lelah atau ngantuk, segera ambil langkah beristirahat. Menunda-nunda bisa berakibat kecelakaan karena otak sudah tidak bisa mengambil keputusan yang benar,” kata dia kepada Kompas.com, Senin .Selain faktor manusia, kondisi kendaraan juga wajib dipersiapkan secara maksimal sebelum road trip Nataru. Sony menyarankan pengecekan komponen vital seperti ban, rem, wiper, lampu, serta oli dan cairan pendukung lainnya.Ia juga mengingatkan agar barang bawaan disesuaikan dengan kebutuhan.“Hindari overload karena bisa mengganggu keseimbangan kendaraan,” ujarnya.Tak kalah penting, Sony menyoroti faktor emosional pengemudi selama perjalanan. Menurutnya, emosi yang tidak terkontrol dapat memicu kelelahan berlebih dan konflik di jalan, yang pada akhirnya mengganggu fokus dan kenyamanan berkendara.Dari sisi kenyamanan, penggunaan pakaian yang sesuai kebutuhan perjalanan juga dinilai berpengaruh. Busana yang nyaman membantu menjaga kondisi tubuh tetap rileks selama berada di balik kemudi dalam waktu lama.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetTerakhir, Sony menekankan pentingnya peran co-driver sebagai pendamping perjalanan. Co-driver yang tepat tidak hanya menemani, tetapi juga membantu menjaga fokus pengemudi dan menciptakan suasana perjalanan yang lebih aman dan menyenangkan.“Pilih co-driver yang benar sebagai teman dan pelengkap perjalanan,” tutur Sony.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-17 01:54