Pengamat Apresiasi Kehadiran Negara Lewat Pelayanan Energi Hadapi Libur Nataru

2026-02-02 11:34:51
Pengamat Apresiasi Kehadiran Negara Lewat Pelayanan Energi Hadapi Libur Nataru
Jakarta - Pengamat Ekonomi Willy Arafah menilai, langkah proaktif Pertamina dalam menghadapi periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sebagai bentuk kehadiran negara melalui pelayanan energi yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat.Willy mengatakan, beberapa kebijakan Pertamina seperti menyiapkan 34 titik layanan gratis Serambi MyPertamina serta memberikan diskon avtur sebesar 10 persen menjelang Nataru merupakan langkah yang sangat positif."Langkah Pertamina untuk menyiapkan 34 titik layanan gratis dan memberikan diskon avtur sebesar 10% menjelang Nataru sangat positif. Kebijakan ini tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi peningkatan mobilitas selama liburan, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan bakar yang memadai," ujar Willy melalui keterangan tertulis, Senin .AdvertisementGuru Besar Ekonomi Universitas Trisakti ini menilai, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung kebutuhan masyarakat selama periode liburan."Selain itu, langkah ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran transportasi selama periode liburan yang sibuk ini," kata Willy.Menurut dia, upaya Pertamina dalam menyediakan layanan gratis dan diskon juga dapat dipahami sebagai bentuk pelayanan publik yang tidak hanya berfokus pada pasokan energi. Willy menilai, langkah tersebut menunjukkan perhatian Pertamina terhadap kebutuhan masyarakat di tengah padatnya aktivitas liburan."Upaya Pertamina ini dapat dipahami sebagai bentuk pelayanan publik yang tidak hanya berfokus pada pasokan energi, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan kenyamanan masyarakat," terang dia. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 10:13