Daftar 5 Emiten Masuk Cum Date Pekan Depan, AADI Siapkan Dividen Jumbo

2026-01-13 15:10:34
Daftar 5 Emiten Masuk Cum Date Pekan Depan, AADI Siapkan Dividen Jumbo
JAKARTA, - Memasuki pertengahan November 2025, sejumlah emiten masih aktif membagikan dividen interim. Pada pekan depan, Senin hingga Jumat , tercatat ada lima emiten yang akan memasuki masa cum date.Cum date merupakan hari terakhir bagi investor untuk berhak atas dividen. Jika melewati tanggal tersebut, investor tidak lagi mendapatkan dividen yang dibagikan.Sebelum berburu dividen, investor juga disarankan memperhatikan yield dividen. Yield menggambarkan tingkat pengembalian yang diterima investor dibandingkan nilai investasi yang mereka tanamkan.Baca juga: Trump Janji Bagi Dividen Rp 33 Juta ke Warga AS, tapi Butuh Restu KongresDaftar emiten yang masuk cum date pekan depan berasal dari berbagai sektor. Salah satunya yang menarik perhatian adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yang akan menyalurkan dividen jumbo sebesar 250 juta dollar AS.AADI akan membayarkan dividen interim sebesar 250 juta dollar AS, bersumber dari laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Jumlah itu setara dengan 42,57 persen dari laba bersih AADI per 30 September 2025 yang mencapai 587,32 juta dollar AS.Dengan kurs tengah BI pada Jumat sebesar Rp 16.707 per dollar AS, nilai dividen tersebut setara Rp 4,18 triliun. Berdasarkan total saham beredar 7,79 miliar lembar, estimasi dividen mencapai Rp 536,17 per saham.Baca juga: Jadwal Pembagian Dividen Interim ITMG Rp 738 per SahamMETA akan membagikan dividen interim sebesar Rp 45,56 miliar dari tahun buku 2025, atau Rp 2,63 per saham.Pada akhir kuartal III 2025, META mencatat laba bersih Rp 76,39 miliar, turun 27,49 persen dari laba per September 2024 yang sebesar Rp 105,53 miliar.SCMA akan menyalurkan dividen interim sebesar Rp 571,20 miliar, atau Rp 9 per saham, dari laba bersih per 30 September 2025. Jumlah itu setara 96,55 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 591,57 miliar.Baca juga: Adaro Andalan Umumkan Dividen Rp 4,18 Triliun Meski Laba Susut 45 PersenEMTK, induk SCMA, akan membagikan dividen interim sebesar Rp 305,73 miliar. Per akhir kuartal III 2025, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 6,43 triliun.BUDI akan membagikan dividen interim sebesar Rp 31,43 miliar atau Rp 7 per saham untuk tahun buku 2025. Per 30 September 2025, perseroan mencatat laba bersih Rp 78,05 miliar.Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Cermati, Ini 5 Emiten yang Masuk Cum Date 17-21 November 2025, Ada Dividen Jumbo


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-13 14:31