BAZNAS Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah

2026-01-15 23:36:41
BAZNAS Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah
TAPANULI TENGAH, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapanuli Tengah membuka pos layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor.Posko ini didirikan di kawasan Desa Tukka, Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, sejak Sabtu pagi.Ketua Baznas Tapanuli Tengah, Syahfari Hasibuan menyebut poskoniru didirikan sebagai respons atas banyaknya keluhan pengungsi yang terserang penyakit pascabencana."Kami melayani masyarakat terdampak banjir dan longsor. Mereka banyak yang sakit setelah bencana usai. Kami mendatangkan dokter, perawat, dan obat-obatan dari Medan," ujar Syahfari kepada wartawan di lokasi, Sabtu.Baca juga: Ribuan Kayu Gelondongan Terlihat di Desa Garoga Tapanuli Selatan, Wargapun Bertanya-tanyaSyahfari Hasibuan mengatakan, layanan medis menjadi prioritas karena kondisi fisik warga mulai menurun setelah berjibaku membersihkan lumpur dan banjir selama sepekan terakhir."Setelah diperhatikan, banyak sekali yang banjir bahkan sampai ke atap rumah. Mereka juga harus mengungsi, tidak optimal, sehingga diperlukan layanan kesehatan," ucapnya.Layanan ini merupakan kolaborasi antara Baznas Tapanuli Tengah dan Baznas RI dan sekaligus mendirikan dapur umum di lokasi yang sama, agar penanganan kesehatan korban bencana lebih maksimal./Ridho Danu Prasetyo Posko layanan kesehatan Baznas di Desa Sibuluan, Tapanuli Tengah, Sabtu Tim medis disebut akan bersiaga melayani warga dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB setiap harinya selama lima hari ke depan.Syahfari juga mengaku tengah mengupayakan dukungan tambahan, termasuk anggaran dan logistik agar jam operasional bisa diperpanjang hingga sore hari."Pelaksanaan akan berlangsung lima hari. Kami akan menjaga agar layanan kesehatan tetap tersedia selama warga masih membutuhkannya," ucapnya.Koordinator Tim Medis Pos Layanan Kesehatan Baznas, dr. Rizky Harahap mengungkapkan, pihaknya menerima banyak pasien dengan keluhan penyakit kulit dan gangguan pernapasan.Baca juga: Hampir Dua Pekan Pascalongsor di Tapanuli, 13 Kecamatan Masih Terisolasi"Tadi kebetulan yang banyak datang ke sini warga-warga di Sibuluan ini dengan keluhan karena banjir. Jadi banyak yang gatal-gatal, banyak yang kena kutu air," ujar Rizky saat diwawancarai di lokasi.Selain penyakit fisik, Rizky juga menyoroti kondisi psikis warga yang mulai terganggu akibat musibah ini.Hal tersebut berdampak pada meningkatnya stres dan penurunan imunitas tubuh yang dapat memicu penyakit."Masyarakat di sini pada down. Jadi lemas, terus banyak yang kayak tadi ada yang diare serta muntah," jelas Rizky.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-15 22:38