JAKARTA, - Anggota DPR Dapil Aceh Nasir Djamil meminta pemerintah pusat memahami Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang menyurati dua lembaga PBB (UNDP dan UNICEF) untuk meminta bantuan atas musibah banjir dan longsor.Apalagi, kata Nasir, saat ini, ada beberapa kelompok masyarakat di luar Indonesia yang ingin datang membawa bantuan ke Aceh."Kita mengharapkan agar pusat bisa memahami langkah yang diambil oleh Gubernur Aceh yang menyurati kedua lembaga itu," kata Nasir, kepada Kompas.com, Selasa .Nasir menuturkan, sebenarnya surat yang dilayangkan Mualem itu tidak ada yang luar biasa.Baca juga: Aceh Minta Bantuan PBB, Anggota DPR: Kerja Sama Internasional Harus Koordinasi PusatMenurut dia, UNDP dan UNICEF setiap tahunnya memang punya program di Aceh."Karena itu, sangat wajar kalau pemerintah Aceh menyurati kedua lembaga yang di bawah naungan PBB itu untuk membantu menanggulangi pascabencana di Sumatera dan Aceh khususnya," ujar dia.Nasir menyebut, permintaan kepada UNDP dan UNICEF bukanlah untuk menyudutkan pemerintah pusat.Dia menekankan, surat permohonan bantuan itu semata-mata atas dasar kemanusiaan.“Surat itu mengandung misi kemanusiaan. Bukan ingin mengatakan bahwa pusat tidak sanggup menangani tiga provinsi yang mengalami banjir besar dan tanah longsor. Indonesia memiliki sila kedua dalam Pancasila yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab," tegas Nasir.Baca juga: PKS Heran: Listrik Aceh Tamiang Nyala Saat Prabowo Datang, Mati Setelah Kunjungan UsaiMaka dari itu, Nasir berharap birokrasi untuk menerima bantuan berupa barang dan orang dari pihak asing jangan dipersulit.“Solidaritas kemanusiaan antar warga negara tidak mungkin dicegah. Pusat harus memfasilitasi agar rakyat Aceh merasa terhibur dibantu oleh saudara-saudaranya se-Tanah Air dan juga dari luar negeri," imbuh Nasir.Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menyurati dua lembaga resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF agar membantu penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh."Secara khusus Pemerintah Aceh resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF," kata Muhammad MTA dalam keterangan tertulisnya, Minggu .Baca juga: Kala Korban Bencana Aceh Minta Bantuan ke Dunia Internasional...Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam beberapa kesempatan memang selalu berharap agar bantuan internasional harus dibuka, supaya penanganan bencana lebih masif.UNDP dan UNICEF telah menerima surat resmi terkait permintaan bantuan tersebut.Saat ini, kedua lembaga tengah melakukan peninjauan untuk menentukan bentuk dukungan yang paling tepat, sejalan dengan mandat masing-masing.
(prf/ega)
Pemerintah Diminta Pahami Aceh, Minta Bantuan Asing Bukan untuk Menyudutkan Pusat
2026-01-11 03:39:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:16
| 2026-01-11 04:15
| 2026-01-11 04:15
| 2026-01-11 02:55










































