- Beberapa waktu terakhir, siklon tropis menjadi sorotan serangkaian bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Indonesia.Kemudian pada Minggu, , Badan Meteorologi, Klmatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S mulai terpantau. Tropical Cyclone Warning Center Jakarta (TCWC Jakarta) menyampaikan bahwa bibit siklon tersebut terdeteksi di Samudra Hindia, barat daya Lampung, dengan kecepatan angin mencapai 37 km/jam dan tekanan udara sebesar 1008 hPa. Meskipun demikian, TCWC Jakarta menegaskan bahwa potensi bibit siklon untuk berkembang menjadi siklon tropis 91S tergolong rendah.Lantas, bagaimana sebenarnya proses terbentuknya bibit siklon tropis dan siklus hidupnya?Baca juga: Apa Itu Typhoon Peipah? Siklon Tropis yang Baru Saja Melanda JepangDilansir dari laman resmi BMKG, siklon tropis terbentuk melalui serangkaian kondisi yang saling mendukung, yaitu:1. Suhu laut yang cukup hangatSuhu permukaan laut harus mencapai minimal 26,5 derajat Celcius hingga kedalaman 60 meter. Suhu yang cukup hangat menyediakan energi yang dibutuhkan untuk proses konveksi, yang menjadi dasar terbentuknya siklon tropis.2. Kondisi atmosfer tidak stabilTerbentuknya awan Cumulonimbus (awan guntur) merupakan tanda adanya konveksi kuat. Awan-awan ini menjadi kunci penting dalam perkembangan siklon tropis, karena dapat menghasilkan energi yang diperlukan untuk pertumbuhannya.3. Kelembaban atmosfer yang tinggiPada ketinggian sekitar 5 km, atmosfer harus cukup lembab. Jika pada ketinggian ini kering, aktivitas badai guntur yang diperlukan untuk pembentukan siklon tropis tidak dapat berkembang dengan baik.4. Jarak dari ekuatorSiklon tropis biasanya terbentuk setidaknya 500 km dari garis katulistiwa. Meskipun demikian, terbentuknya siklon tropis di dekat ekuator sangat jarang terjadi.5. Gangguan atmosfer di permukaanAngin berputar yang disertai pemampatan angin di permukaan menjadi faktor utama dalam memicu pembentukan siklon tropis. Gangguan atmosfer ini mendukung terbentuknya pusat sirkulasi yang menjadi inti dari siklon.6. Perubahan angin yang konsisten Perubahan arah dan kecepatan angin dengan ketinggian tidak boleh terlalu besar. Perubahan yang drastis dapat mengganggu proses perkembangan siklon tropis, sehingga siklon tidak dapat berkembang dengan maksimal.Baca juga: Mengenal Angin Siklon, Apa Penyebab dan Dampaknya?Menurut penjelasan BMKG, siklon tropis memiliki siklus hidup yang terdiri dari empat tahapan utama, mulai dari pembentukan hingga kepunahannya.Berikut tahapan siklus siklon tropis:1. Tahap pembentukanPada tahap ini, gangguan atmosfer mulai terjadi. Jika dilihat melalui citra satelit cuaca, gangguan ini muncul dalam bentuk wilayah konvektif dengan awan cumulonimbus. Pusat sirkulasi biasanya belum terbentuk, namun kadang-kadang sudah tampak pada ujung sabuk perawanan yang membentuk spiral.2. Tahap belum matangPada tahap ini, wilayah konvektif yang kuat mulai terbentuk secara lebih teratur. Sabuk perawanan mulai melingkar atau membentuk pola yang relatif bulat. Tekanan udara permukaan mulai menurun, mencapai kurang dari 1000 mb, sementara kecepatan angin maksimum meningkat hingga mencapai kecepatan lebih besar dari 34 knot atau 63 km/jam. Angin terkonsentrasi di sekitar pusat sirkulasi, dan mulai terlihat terbentuknya mata siklon.3. Tahap matangSiklon tropis mencapai kestabilan pada tahap ini. Tekanan udara minimum berada di pusatnya, dan angin maksimum di sekelilingnya tetap stabil tanpa fluktuasi signifikan. Sirkulasi siklonik dan wilayah dengan angin kencang meluas. Pada siklon tropis yang lebih kuat, mata siklon mulai terlihat jelas. Mata ini adalah wilayah dengan suhu paling hangat di tengah-tengah sistem perawanan, dengan angin permukaan yang tenang, dikelilingi oleh dinding perawanan yang tebal. Namun, tahap matang ini biasanya hanya bertahan sekitar 24 jam sebelum intensitas siklon mulai menurun.4. Tahap pelemahanPada tahap ini, pusat siklon yang hangat mulai menghilang, tekanan udara meningkat, dan wilayah dengan angin maksimum semakin melebar dan menjauh dari pusat siklon. Pelemahan siklon dapat terjadi dengan cepat jika memasuki wilayah yang tidak mendukung perkembangannya, seperti perairan dengan suhu laut yang dingin atau wilayah daratan. Citra satelit menunjukkan penurunan wilayah konvektif, dan sabuk perawanan perlahan-lahan menghilang.Secara keseluruhan, waktu rata-rata yang dibutuhkan siklon tropis untuk berkembang dari awal hingga punah adalah sekitar tujuh hari.Meskipun demikian, ada variasi yang bisa berkisar antara satu hingga tiga puluh hari.Baca juga: 5 Fakta Menarik Tentang Siklon Tropis
(prf/ega)
Bagaimana Siklon Tropis Terbentuk? Begini Proses dan Siklus Hidupnya
2026-01-12 18:44:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:46
| 2026-01-12 16:40
| 2026-01-12 16:26
| 2026-01-12 16:13










































