PEKANBARU, - MAR (13), seorang murid SD Negeri 108 Pekanbaru, Riau, meninggal dunia diduga akibat bullying yang dialaminya di sekolah.Pelaku diduga merupakan teman sekelas korban. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, melayat ke rumah duka pada Minggu malam. Agung menyebut korban memiliki riwayat penyakit bawaan, yaitu jantung.Namun penjelasan itu dibantah kuasa hukum keluarga korban, Suroto."Penjelasan dari pemerintah itu kami bantah, itu tidak benar. Korban tidak ada riwayat sakit jantung. Sebelum kejadian dugaan bullying itu, korban tidak ada sakit," kata Suroto di Pekanbaru, Senin .Baca juga: Murid SD di Pekanbaru Meninggal Diduga Di-Bully, Wali Kota Turun TanganMenurut Suroto, berdasarkan keterangan orangtua, MAR sudah beberapa kali mengalami bullying dan kekerasan.Pada pertengahan Oktober 2025, korban diduga dibully oleh teman sekelasnya, berinisial MS."Korban waktu itu sering dipukul bagian dada dan perut. Korban kemudian dirawat di Rumah Sakit PMC Pekanbaru selama tujuh hari. Waktu pihak rumah sakit menyampaikan ada gangguan pada jantung. Tapi apakah karena dipukuli itu, kita tidak tahu. Tapi yang jelas sebelumnya dia tidak ada riwayat sakit jantung," ujar Suroto.Suroto mengatakan korban kembali mengalami dugaan bullying pada 13 November 2025 saat belajar kelompok. Kepala korban disebut ditendang murid berinisial FT.MAR pulang ke rumah sambil menangis dan menceritakan kejadian itu kepada ibunya. Setelah insiden tersebut, korban tidak mau lagi berangkat ke sekolah."Pada keesokannya, korban tiba-tiba lumpuh dan tidak bisa jalan. Setelah itulah korban baru bercerita bahwa kepalanya ditendang sama murid FT," kata Suroto.Dua hari kemudian, kondisi korban memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.Suroto menyebut kasus tersebut belum dilaporkan ke polisi karena pihak keluarga masih menunggu itikad baik dari orangtua murid yang diduga melakukan bullying, pihak sekolah, dan dinas pendidikan."Keluarganya tidak mau otopsi, tapi proses hukum harus jalan," kata Suroto.Sebelumnya diberitakan, MAR yang merupakan murid kelas VI SDN 108 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, meninggal dunia pada Minggu . Korban disebut mengalami lumpuh otak setelah diduga dianiaya teman sekelasnya saat belajar kelompok.Keluarga telah menunjuk kuasa hukum untuk menangani kasus tersebut.
(prf/ega)
Siswa SD di Pekanbaru Tewas Diduga karena "Bullying", Keluarga Bantah Ada Riwayat Sakit Jantung
2026-01-12 10:41:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:27
| 2026-01-12 09:04
| 2026-01-12 08:47
| 2026-01-12 08:37
| 2026-01-12 08:32










































