Bupati Ayahwa Curhat ke Dasco: Seakan Aceh Utara Tidak Ada Bencana, Seakan Pusat Tutup Mata...

2026-01-11 14:51:53
Bupati Ayahwa Curhat ke Dasco: Seakan Aceh Utara Tidak Ada Bencana, Seakan Pusat Tutup Mata...
ACEH, - Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap kabupaten yang dipimpinnya.Keluhan tersebut disampaikan Ayahwa dalam rapat satuan tugas pemulihan pascabencana DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa .Ayahwa menyebutkan, pada pekan pertama banjir, akses komunikasi dan listrik terputus, sehingga bencana tersebut tidak menjadi viral di media sosial.Baca juga: Kepada Wakapolri, Bupati Ayahwa: Butuh Dukungan Besar untuk Pemulihan Aceh Utara"25 kecamatan kami terendam banjir, dua kecamatan longsor. 213 jiwa meninggal dunia, karena sinyal telekomunikasi dan lisrik padam, kami tidak viral. Maka, seakan nasional tidak tahu ada bencana banjir di Aceh Utara," kata Ayahwa.Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Aceh Utara mencatat jumlah korban jiwa terbanyak, yaitu 213 orang.Ayahwa menceritakan pernah meminta helikopter untuk distribusi bantuan ke daerah pedalaman Aceh Utara yang akses daratnya terputus total, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi."Pak Presiden selalu ke Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya. Tapi di Aceh Utara, kayaknya tidak tau ada banjir, kami sinyal tidak ada, telepon mati, makanya tidak viral," terangnya.Baca juga: Bupati Ayahwa ke BNPB: Data Rumah Sudah Ada, Kapan Kita Eksekusi? Rakyat ButuhIa membandingkan dengan banjir di Bireuen yang menjadi viral karena jembatan putus, serta Aceh Tamiang yang viral karena pusat kotanya terdampak."Sinyal ponsel mati, kami hanya bisa melihat saja, rumah hanyut, masjid, manusia hanyut. Kami hanya bisa lihat dari atap meunasah (musala)," beber dia.Ayahwa menambahkan, minimnya publikasi membuat pejabat pusat seolah menutup mata terhadap bencana di Aceh Utara.Ia mengapresiasi kedatangan Ketua MPR RI Ahmad Muzani ke Langkahan, Aceh Utara."Mohon maaf bukan saya kasar, tapi ini curahat hati saya," pungkasnya.


(prf/ega)