Kisah Ardi, Dulu Driver Ojol, Lolos LPDP dan Kini Jadi Supervisor Nikel Morowali

2026-01-14 14:33:02
Kisah Ardi, Dulu Driver Ojol, Lolos LPDP dan Kini Jadi Supervisor Nikel Morowali
- Langkah kaki para pekerja dan deru mesin pertambangan nikel beradu cepat. Seolah, menunjukkan keduanya saling bekerja keras.Dari para pekerja yang bergegas, bergerak, di antara deru mesin ini ada seseorang yang terus mengawasi.Mengenakan helm merah, Ardi Alam Jabir ikut mengawasi bagaimana mesin yang bekerja selaras dengan langkah para pekerja setiap harinya.Ardi adalah alumnus penerima Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)-Central South University (CSU)–GEM yang kini menduduki jabatan supervisor pada divisi Research and Development (R&D), PT QMB New Energy Materials.Sehari-hari ia berkutat dengan alat-alat di laboratorium yang sangat krusial karena menentukan seluruh skema jalannya proses produksi dan pengembangan di lapangan.Tiga tahun terakhir, ia bekerja di sana sampai ada di posisi middle manager.Baca juga: Cerita Premana, Guru Besar ITB yang Namanya Jadi Nama AsteroidNamun jauh sebelum itu, ia mengenang bagaimana ayah dan ibunya dulu merantau dari Makassar ke Kalimantan.Hari-hari mereka berjibaku sebagai penambang tradisional berbekal kuali dan mengais pasir emas di pinggir sungai demi nafkah keluarga.Dua generasi bekerja di bidang yang sama, namun dengan nasib dan keadaan yang telah berbeda.Kalau saat ini mahasiswa kurang mampu mendapatkan bantuan dari KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar), dulu program tersebut namanya adalah Bidikmisi.Beasiswa Bidikmisi membantu Ardi mewujudkan mimpi untuk kuliah. Ia lahir dari keluarga sederhana.Setelah beberapa tahun merantau sebagai penambang rakyat, keluarganya kembali ke Makassar dan membuka toko sembako.Tetapi karena ia menjaga prestasi dan nilai akademis selama sekolah, kesempatan itu ternyata hadir, Ardi berhasil kuliah di Prodi Teknik Pertambangan Unhas dengan beasiswa Bidikmisi.Ia pernah punya pilihan sulit. Misalnya, saat ada program student exchange ke Jepang. Jika menerima kesempatan tersebut, Ardi harus menambah satu semester tanpa lagi mendapat dukungan beasiswa Bidikmisi yang telah berakhir masa pembiayaannya.Namun jika menolaknya, ia dapat lulus tepat waktu tanpa perlu menanggung tambahan biaya satu semester.Baca juga: Beasiswa S2-S3 Fully Funded ke Taiwan Tanpa Batas Usia, Ada Tunjangan Rp 10 Juta


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-14 12:59