Awal Revolusi AI: Server Nvidia Tak Laku, Elon Musk Beli dan Ubah Sejarah

2026-02-05 03:32:22
Awal Revolusi AI: Server Nvidia Tak Laku, Elon Musk Beli dan Ubah Sejarah
Ringkasan berita: - Jauh sebelum dunia berebut chip AI seperti sekarang, Nvidia ternyata pernah mengalami masa-masa sulit dalam memasarkan mesin kecerdasan buatan pertamanya.CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini mengungkap sebuah fakta mengejutkan, superkomputer AI pertama buatan mereka, DGX-1, awalnya sama sekali tidak dilirik pasar.Dalam sebuah sesi bincang-bincang di podcast "Joe Rogan Experience", Jensen membuka kartu tentang sejarah di balik kesuksesan Nvidia hari ini.Ia menceritakan bagaimana Nvidia menghabiskan miliaran dolar untuk riset dan pengembangan sistem AI pertama tersebut. Namun, ketika produk itu siap dipasarkan, respons dunia justru hening."Ketika saya mengumumkan DGX-1, tidak ada satu orang pun di dunia yang menginginkannya," aku Jensen dengan nada getir.Ia melanjutkan, "Saya tidak mendapatkan satu pun pesanan pembelian. Tidak ada yang mau membelinya. Tidak ada yang mau menjadi bagian dari (proyek) itu."Baca juga: Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini CEO Perusahaan Bernilai Rp 83.000TDi tengah kebuntuan tersebut, muncul satu sosok yang melihat potensi mesin itu, Elon Musk.Saat itu, tahun 2016, Musk belum menjadi pemilik X (Twitter) seperti sekarang, tapi ia sudah memimpin Tesla dan ikut mendirikan sebuah organisasi nirlaba kecil bernama OpenAI. Baca juga: Mengenal OpenAI, Perusahaan di Balik ChatGPT yang Elon Musk Pernah Ikut TerlibatMenurut Jensen, Musk adalah satu-satunya orang yang tertarik ketika industri lain skeptis terhadap komputasi AI."Dia (Elon) bilang, 'Tahu tidak, saya punya perusahaan yang sepertinya bisa benar-benar menggunakan alat ini,'" kenang Jensen menirukan ucapan Musk.Elon menjelaskan bahwa ia memiliki perusahaan AI berstatus non-profit yang sangat membutuhkan tenaga komputasi super besar. Tanpa pikir panjang, Jensen langsung menyambut "pelanggan pertama"-nya itu dengan antusiasme tinggi.Saking berharganya unit pertama tersebut, Jensen tidak mengirimnya lewat jasa layanan kurir. Ia membungkus sendiri superkomputer DGX-1 itu, memasukkannya ke dalam mobil, dan menyetirnya sendiri menuju kantor Elon Musk."Saya membungkus satu unit, saya menyetir ke San Francisco, dan saya mengantarkannya langsung ke Elon pada tahun 2016," cerita Jensen, seperti dikutip KompasTekno dari Wccftech.Serah terima unit DGX-1 inilah yang kemudian menjadi titik balik sejarah teknologi modern. Mesin yang diantar Jensen itu digunakan oleh tim OpenAI untuk melatih model-model kecerdasan buatan awal mereka.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-05 04:00