PHNOM PENH, - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menghindari perjalanan ke wilayah yang terdampak konflik.KBRI Phnom Penh mencatat, ada tiga wilayah yang terdampak konflik, yakni Provinsi Preah Vihea, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey.Kendati demikian, KBRI Phnom Penh mengimbau agar WNI tetap tenang dan memperhiatikan imbauan otoritas setempat."KBRI Phnom Penh akan terus memantau perkembangan situasi dan semakin mengintensifkan komunikasi dengan komunitas WNI di berbagai provinsi di Kamboja," bunyi imbauan itu, dikutip dari Instagram resminya, Senin .Baca juga: Perbatasan Thailand-Kamboja Memanas, Ini Imbauan KBRI BangkokUntuk diketahui, bentrokan kedua negara di wilayah perbatasan terjadi sejak Senin .Hingga kini, dikutip dari AFP, setidaknya 15 orang tewas, termasuk warga sipil, sedangkan lebih dari 500.000 warga mengungsi.Thailand dan Kamboja berselisih mengenai garis batas sepanjang 800 kilometer yang ditetapkan pada era kolonial Perancis. Kedua belah pihak mengeklaim sejumlah kecil kuil bersejarah.Bentrokan pekan ini adalah yang paling mematikan sejak pertempuran selama lima hari pada Juli 2025.Baca juga: Kamboja Tak Punya Jet Tempur, Kalah Jauh Dibanding Militer Thailand?Kedua negara saling menyalahkan atas munculnya kembali konflik yang telah meluas ke lima provinsi di Thailand dan Kamboja.Dalam sebuah pernyataannya, Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan, pasukan Thailand melancarkan serangan pada Kamis pagi di provinsi tersebut, dengan menembaki area Kuil Khnar.Di sisi perbatasan lainnya, militer Thailand mengumumkan jam malam mulai pukul 19.00 hingga 05.00 di beberapa bagian Sa Kaeo.Tentara Thailand mengatakan, pasukan Kamboja menembakkan roket pada Rabu pagi yang menyasar sekitar Rumah Sakit Phanom Dong Rak di provinsi Surin.Baca juga: Kamboja Tarik Semua Atlet dari SEA Games 2025SAROT MEKSOPHAWANNAKUL Warga Thailand yang dievakuasi berkumpul di tempat penampungan sementara setelah bentrokan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja di provinsi Buriram pada 8 Desember 2025.Kamboja menyatakan siap bernegosiasi kapan pun dengan Thailand untuk menghentikan konflik di wilayah perbatasan mereka."Katakanlah satu jam dari sekarang, kedua belah pihak sepakat untuk berunding dan kemudian memulai komunikasi," kata penasihat senior Perdana Menteri Kamboja, Hun Mat, dikutip Reuters.
(prf/ega)
Imbas Perang Thailand-Kamboja, KBRI Phnom Penh Imbau WNI Hindari Perjalanan ke 3 Wilayah Ini
2026-01-12 08:00:18
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:56
| 2026-01-12 06:27
| 2026-01-12 06:22
| 2026-01-12 06:09










































