10 Provinsi Tujuan Favorit Libur Nataru 2025/2026, Daerah Mana Paling Ramai Dikunjungi?

2026-02-04 00:31:58
10 Provinsi Tujuan Favorit Libur Nataru 2025/2026, Daerah Mana Paling Ramai Dikunjungi?
- Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diprediksi mendorong lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.Jutaan orang diperkirakan melakukan perjalanan, baik untuk mudik, berlibur, maupun berkumpul bersama keluarga di kampung halaman serta destinasi favorit.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan sebanyak 119,5 juta orang berpotensi melakukan perjalanan, baik luar maupun dalam provinsi, pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.“Menurut survei 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,5 juta orang berpotensi melakukan perjalanan, pada masa libur Nataru 2025/2026,” ujar Dudy, dilansir dari laman resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jumat (5/122025).Baca juga: Berapa Tarif Tol Jakarta-Jogja pada Nataru 2025/2026? Ini Hitung-hitungannyaKemenhub melalui Badan Kebijakan Transportasi bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Akademisi melakukan survei Potensi Pergerakan Orang pada masa Natal dan Tahun Baru 2025/2026.Mereka menemukan bahwa terdapat tren peningkatan potensi pergerakan masyarakat secara nasional pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).Peningkatan tersebut sebesar 2,71 persen yakni mencapai 42,01 persen dari yang sebelumnya 39,30 persen pada tahun lalu.Pergerakan tersebut juga menunjukkan provinsi-provinsi di Indonesia dengan persentase pergerakan terbanyak, yang juga menjadi tujuan favorit dari masyarakat Indonesia.Lantas, provinsi mana yang menjadi tujuan favorit selama liburan Nataru 2025/2026?Baca juga: Jam Operasional Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, dan BSI Selama Libur Nataru 2025/2026Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama pergerakan masyarakat secara nasional.Hasil survei mencatat Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah pergerakan terbanyak, yakni mencapai 20,23 juta orang.Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah di posisi teratas, mengungguli provinsi-provinsi lain di Indonesia.Sementara itu, posisi berikutnya ditempati oleh Jawa Timur dengan total pergerakan sebanyak 16,83 juta orang, disusul Jawa Barat yang mencatatkan 16,61 juta orang.Tingginya angka pergerakan tersebut menegaskan besarnya daya tarik provinsi-provinsi di Pulau Jawa sebagai pusat aktivitas mudik dan wisata masyarakat selama periode libur panjang akhir tahun.Baca juga: Peserta BPJS Kesehatan Tetap Bisa Berobat Gratis di Luar Kota Saat Libur Nataru, Cek SyaratnyaBerikut sepuluh provinsi yang menjadi tujuan utama pergerakan masyarakat selama libur Nataru 2025/2026:Data tersebut menunjukkan bahwa selain Pulau Jawa, sejumlah provinsi di luar Jawa juga menjadi destinasi penting dalam pergerakan masyarakat selama periode libur Nataru.Baca juga: Jam Operasional BSI Selama Libur Nataru 2025/2026Tak hanya provinsi, berdasarkan hasil survei, terdapat juga moda transportasi favorit yang digunakan masyarkaat Indonesia dalam periode libur Nataru 2025/2026.Berikut persentase rincian moda transportasi yang digunakan masyarakat Indonesia:Data tersebut menunjukkan bahwa moda transportasi darat, khususnya kendaraan pribadi, masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan selama libur panjang akhir tahun.Baca juga: Berapa Tarif Tol Jakarta-Jogja pada Nataru 2025/2026? Ini Hitung-hitungannya


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-03 23:49