Arti Berbagai Jenis Suara Kucing, Pemilik Wajib Tahu

2026-01-12 04:36:56
Arti Berbagai Jenis Suara Kucing, Pemilik Wajib Tahu
- Selain menggunakan bahasa tubuh, aroma, dan gerakan ekor serta telinga, kucing juga mengekspresikan diri melalui berbagai jenis suara, mulai dari dengkuran halus bahkan mengeong keras yang kerap terdengar pada dini hari.Memahami arti dari setiap jenis suara kucing dapat membantu pemilik merespons dengan lebih tepat, sekaligus mempererat hubungan antara manusia dan hewan peliharaan.Dalam dunia kucing, komunikasi tidak hanya bergantung pada suara. Gerakan ekor, posisi telinga, dan postur tubuh memegang peranan besar.Akan tetapi, karena manusia relatif kurang peka terhadap sinyal aroma dan bahasa tubuh kucing, suara mengeong menjadi bentuk komunikasi yang paling mudah dikenali.Baca juga: 7 Jenis Pasir Kucing yang Ada di Pasaran Beserta Plus MinusnyaMenariknya, para ahli menduga ada beberapa vokalisasi kucing yang terlalu halus atau berada pada frekuensi tinggi, sehingga hanya bisa didengar oleh sesama kucing.Secara umum, dilansir dari The Spruce Pets, suara kucing dapat dibagi ke dalam empat kategori utama, yakni:Tidak semua kucing memiliki tingkat vokalisasi yang sama. Ras kucing Persia dan Chartreux dikenal relatif pendiam, sedangkan kucing Siam terkenal sangat vokal dan “suka mengobrol”.Baca juga: Benarkah Kucing Peliharaan Bisa Merasa Cemburu?Berbeda dengan vokalisasi lain, meong biasanya ditujukan khusus kepada manusia, bukan sesama kucing. Suara ini merupakan bentuk permintaan atau tuntutan. Artinya pun bisa beragam, seperti:Semakin kuat keinginan kucing, suara meong akan terdengar lebih keras, lebih panjang, dan bernada lebih rendah. Tidak jarang, suara ini terdengar seperti tangisan, terutama pada malam atau dini hari.Kucing secara alami tidur selama 16 jam sehari dan cenderung lebih aktif pada malam hari. Pada waktu ini, naluri berburu mereka muncul, meski hanya di dalam rumah.Baca juga: 7 Cara Kucing Menyayangi Pemiliknya, Jangan Diabaikan Kucing yang cerdas akan mendekati pemiliknya yang sedang tidur, menggesekkan kepalanya, menyentuh wajah, menjatuhkan mainan, bahkan akhirnya mengeong keras. Jika pemilik bangun dan mengisi mangkuk makanan, perilaku ini tanpa sadar diperkuat.Dengan kata lain, kucing belajar bahwa mengeong adalah cara efektif untuk “melatih” manusia.Memberi respons setiap kali kucing mengeong memang terasa alami, tapi hal ini justru dapat memperkuat perilaku tersebut. Meski begitu, pemilik juga perlu waspada.Baca juga: 6 Manfaat Tak Terduga Memelihara KucingMengeong berlebihan bisa menjadi tanda masalah kesehatan, seperti:Jika perilaku ini muncul secara tiba-tiba, pemeriksaan ke dokter hewan sangat dianjurkan.


(prf/ega)