RS Polri: Jenazah Korban Kebakaran Kantor Terra Drone Relatif Utuh, Tak Perlu Tes DNA

2026-02-05 03:00:50
RS Polri: Jenazah Korban Kebakaran Kantor Terra Drone Relatif Utuh, Tak Perlu Tes DNA
JAKARTA, – Rumah Sakit Polri Kramat Jati memastikan seluruh jenazah korban kebakaran kantor PT Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, berhasil diidentifikasi tanpa pemeriksaan DNA.Hal itu dimungkinkan karena kondisi jenazah yang relatif utuh serta data sidik jari yang masih dapat terbaca dengan baik.Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru mengatakan, kondisi fisik korban menjadi faktor utama cepatnya proses identifikasi."Tidak ada (memakai DNA), karena jenazah lumayan utuh," ucap Prima di gedung utama RS Polri Kramat Jati, Rabu . Baca juga: Momen Mencekam Karyawan Terra Drone Lolos dari Kebakaran Maut Berkat Kabel Kompresor ACIa menjelaskan, selain kondisi jenazah, keberhasilan identifikasi juga ditunjang oleh data sidik jari yang tidak rusak dan tersimpan akurat dalam sistem kepolisian."Sebetulnya ini karena ya kebersamaan tim ini, terutama dari Inafis. Terima kasih dari Iden, karena kita ada data primer yang sangat akurat dari sidik jari," ucapnya.Meski demikian, Prima menegaskan, proses identifikasi tidak hanya bergantung pada satu data primer. Tim Disaster Victim Identification (DVI) tetap mengacu pada standar identifikasi forensik yang berlaku."Kami akan kembali seperti teori, kami itu punya data primer tiga. Pertama sidik jari, yang kedua gigi, yang ketiga DNA. Data sekundernya bisa medis, bisa properti. Karena kekompakan itu sehingga data-data bisa terkumpul semua," tuturnya.Baca juga: Identifikasi 22 Korban Kebakaran Terra Drone Tuntas, Berikut DaftarnyaSebelumnya, RS Polri Kramat Jati memastikan seluruh 22 jenazah korban kebakaran kantor PT Terra Drone telah berhasil diidentifikasi. Proses penetapan identitas terakhir dilakukan dalam sidang rekonsiliasi ketiga."Pada pukul 15.30 tadi kami sudah melaksanakan rekonsiliasi yang ketiga untuk menentukan identitas korban dan memutuskan ada 12 jenazah telah kembali dan berhasil kami identifikasi," ucap Prima di RS Polri Kramat Jati, Rabu .Dengan rampungnya proses tersebut, seluruh jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga melalui Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati."Jadi tahap satu kemarin malam ada 3 jenazah, tahap dua tadi pagi ada 7 jenazah, dan untuk sore ini ada 12 jenazah, jadi totalnya 22 jenazah," jelasnya.Baca juga: Korban Kebakaran Terra Drone Telepon Keluarga Minta Pertolongan: Enggak Bisa Napas, Tolong  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-05 02:55