Tak Hanya Seribu Sungai, Banjarmasin juga Dijuluki Negeri Seribu Damkar, Ini Sejarahnya

2026-01-12 13:19:47
Tak Hanya Seribu Sungai, Banjarmasin juga Dijuluki Negeri Seribu Damkar, Ini Sejarahnya
BANJARMASIN, - Kota Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) punya sejarah panjang soal terbentuknya Pemadam Kebakaran (Damkar).Karena jumlahnya yang sangat banyak, Banjarmasin oleh banyak orang dijuluki negeri seribu Damkar.Banjarmasin juga terkenal dengan julukan negeri seribu sungai.Sejarahnya yang cukup panjang, Mansyur, sejarawan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sampai membuat buku berjudul "Antara Air dan Api: Catatan Brandweer (Pemadam Kebakaran) di Kota Banjarmasin."Mansyur mengatakan, Damkar swadaya pertama kali terbentuk di Banjarmasin pada tahun 1919.Ketika itu, Banjarmasin baru saja berstatus sebagai Kota Madya.Baca juga: Kisah Petugas Damkar Pamekasan, Kerap Dicaci hingga Bertaruh NyawaMenurut Mansyur, pembentukan Damkar swadaya di Banjarmasin dilatarbelakangi oleh permukiman warga yang banyak berbahan kayu.Karena hal tersebut, kebakaran menjadi peristiwa yang paling dikhawatirkan."Lebih-lebih di musim kemarau. Hampir tiap waktu ada bahaya kebakaran," ujar Mansyur kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.Khawatir akan bahaya kebakaran yang mengintai, sejumlah warga kemudian berinisiatif membentuk Damkar swadaya.Dimulai tahun 1919 hingga tahun 1920, warga Banjarmasin akhirnya berkenalan dengan mesin pompa pemadam kebakaran.Menurut Mansyur, dalam lembaran Negara Hindia Belanda tahun 1816-1920, dikemukakan bahwa terdapat Badan Pemadam Kebakaran dan Brigade Pemadam Kebakaran lokal yang menanggulangi kebakaran dengan menyemprotkan air ke titik api.Masih dalam catatan sejarah, Mansyur menyebut Damkar swadaya bahkan lebih dahulu hadir di Banjarmasin dibandingkan dengan Damkar milik pemerintah."Pemadam kebakaran di Kota Madya Banjarmasin baru bekerja resmi delapan tahun kemudian, ketika terbit payung hukum baru tentang Pemadam Kebakaran dengan Peraturan Dewan tanggal 4 Mei 1927," jelas Mansyur.Kebakaran yang terus terjadi di Banjarmasin memaksa warga memperbarui alat pemadam kebakaran yang dipunyai.


(prf/ega)