Kopdes Merah Putih Terdampak Banjir Sumatera, Menkop Kirim Tim

2026-02-04 01:17:56
Kopdes Merah Putih Terdampak Banjir Sumatera, Menkop Kirim Tim
JAKARTA, - Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan mengirim tim Project Management Office (PMO) dan tenaga ahli atau asisten bisnis ke Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) untuk menginventarisasi permasalahan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang terdampak banjir.Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengakui bahwa bencana banjir turut berdampak pada infrastruktur serta sumber daya Kopdes di tiga provinsi tersebut.Untuk memulihkan masing-masing unit koperasi, Kemenkop terlebih dahulu akan melakukan pendataan dan inventarisasi masalah secara langsung di lapangan.Baca juga: Dana Desa Belum Cair di Sejumlah Daerah, Menkeu Purbaya: Ditahan untuk Kopdes Merah Putih“Kalau kita memang akan menempatkan posko di tiga daerah yang terkena bencana tersebut. Terus kemudian nanti petugas-petugas kami, baik dari Dinas pun dari tenaga bisnis asisten dan dari PMO yang kita perbantukan sebagai volunteers, itu nanti akan membantu memecahkan masalah-masalah yang ada di sana,” ujar Ferry saat seremoni penyerahan bantuan peduli bencana Sumatera, Jakarta Selatan, Selasa .Namun demikian, Menkop belum dapat memastikan jumlah Kopdes Merah Putih yang terdampak banjir di ketiga provinsi tersebut.Berdasarkan data Dinas Koperasi Aceh, hingga Juni 2025 tercatat sebanyak 6.495 desa di Aceh telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih.Sementara itu, Dinas Koperasi Sumatera Barat mencatat hingga September 2025 terdapat 1.265 unit Kopdes yang telah terbentuk dan sebelumnya ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober lalu.Adapun data dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan sebanyak 6.110 Kopdes Merah Putih telah dibentuk hingga Juni 2025.Saat ini, Kementerian Koperasi masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh data terbaru mengenai jumlah Kopdes yang terdampak bencana banjir.Ferry menegaskan bahwa fokus utama kementerian saat ini adalah pemulihan koperasi di wilayah terdampak.“Karena ini juga kita harus memprioritaskan fokus perhatian kita terhadap pemulihan-pemulihan yang di sana. Dan mungkin setahun ini nanti baru kita mengimplementasikan,” paparnya.Kemenkop Salurkan Bantuan Rp 1,6 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera.Kemenkop menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Bantuan yang dilepas langsung oleh Ferry Juliantono tersebut berupa barang kebutuhan dasar dan uang tunai.Bantuan ini dihimpun melalui sumbangan karyawan Kementerian Koperasi serta dukungan dari mitra dan gerakan koperasi di seluruh Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-04 01:37