Longsor di Tosari Pasuruan Menimpa 3 Rumah Warga, 1 Lansia Terluka

2026-02-02 05:52:21
Longsor di Tosari Pasuruan Menimpa 3 Rumah Warga, 1 Lansia Terluka
PASURUAN, - Bencana longsor kembali terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu . 3 rumah warga terdampak material longsor setelah hujan deras mengguyur di kawasan selatan Kabupaten Pasuruan.Selain rumah, akibat kejadian seorang lansia terluka akibat terkena material longsor.Peristiwa tersebut terjadi ke arah pemukiman warga di Desa Baledono, Kecamatan Tosari.3 rumah milik warga, Agus, Suwaji, dan Marina mengalami rusak di bagian ruang belakang rumah akibat terkena material penahan tebing yang longsor.Baca juga: Bencana Banjir dan Longsor Ancam 5 Wilayah di Kalteng, Mana Saja?Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menjelaskan kejadian tersebut diawali hujan deras yabg mengguyur sejak Rabu dini hari.Tanpa ada tanda-tanda, tiba-tiba tanggul penahan tanah (TPT) ambrol.Kemudian material longsor menimpa bangunan rumah yang berada tepat dibawah tebing."Ada tiga rumah yang terdampak yakni rumah Pak Agus, Pak Suwaji, dan rumah Ibu Marina. Bagian belakang yang terdampak atau rusak," kata Sugeng.Baca juga: 23 Orang Hilang akibat Banjir dan Longsor di Nduga, Bupati Tetapkan Status KLBSelain rumah, Saat kejadian salahsatu penghuni rumah Poniti (60), mengalami luka memar pada bagian wajah akibat sebagian material longsor mengenai wajahnya.Korban langsung dibawa ke Puskesmas Tosari untuk mendapatkan perawatan medis.Guna meringankan beban korban, tim reaksi cepat (TRC) dari BPBD Kabupaten Pasuruan terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen terhadap rumah yang terdampak.Bersama warga setempat, TRC melakukan kerja bakti membersihkan material longsor agar rumah dapat ditempati."Bantuan kedaruratan seperti selimut, peralatan makan, sembako, lauk pauk siap saji, dan lain-lain sudah disalurkan kepada korban yang terdampak," jelasnya.Baca juga: Korban Longsor dan Banjir di Nduga Bertambah Menjadi 23 Orang, Tersebar di Dua DistrikBPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau pada warga yang berada daerah pegunungan, seperti Kecamatan Tosari, Lumbang dan Tutur, agar waspada terhadap tanah longsor di awal musim hujan. Karena intensitas curah hujan sangat tinggi.Seperti diketahui, pekan kali peristiwa tanah longsor terjadi Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Sabtu malam.Seluruh ruang bangunan rumah rusak parah tertimpa tanah longsor dan 5 orang mengalami luka-luka.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 03:28