10 Negara Paling Kompetitif dalam Talenta Global 2025, Singapura Geser Swiss

2026-01-11 22:49:32
10 Negara Paling Kompetitif dalam Talenta Global 2025, Singapura Geser Swiss
- Singapura berhasil menempati posisi pertama dalam Indeks Daya Saing Talenta Global 2025 (Global Talent Competitiveness Index/GTCI) untuk pertama kalinya. Prestasi ini didukung oleh kesiapan menghadapi era kecerdasan buatan (AI), sistem pendidikan yang kuat, serta tata kelola yang efektif.Dikutip dari CNBC, (Kamis 27/11/2025), laporan GTCI 2025 yang disusun INSEAD bekerja sama dengan Portulans Institute menilai 135 negara berdasarkan 77 indikator, termasuk keterampilan lunak (soft skills) dan konsentrasi talenta AI dalam enam pilar utama.Tema laporan tahun ini adalah “ketahanan di era disrupsi”, mengingat kondisi global yang penuh perubahan teknologi cepat, ketidakpastian geopolitik, dan transisi sosial yang mendalam.Baca juga: Atasi Kesenjangan Tenaga Kerja Industri, PKSS Gandeng Kampus Perkuat Talenta MudaSwiss, yang selama ini selalu menempati posisi puncak, kini turun ke posisi kedua. Namun, Swiss masih unggul dalam sejumlah indikator seperti akses internet di sekolah (peringkat 1), efektivitas pemerintahan (2), dan migrasi keterampilan AI (4).Negara-negara Eropa berpendapatan tinggi mendominasi daftar ini dengan menempati tujuh dari sepuluh posisi teratas.Denmark, Finlandia, dan Swedia menunjukkan fokus yang kuat pada penciptaan dan retensi talenta, dengan peringkat mereka meningkat signifikan sejak laporan sebelumnya.Amerika Serikat mengalami penurunan peringkat dari posisi ketiga pada 2023 menjadi posisi kesembilan pada 2025, terutama karena penurunan di kategori keterbukaan dan pembelajaran sepanjang hayat.Baca juga: Talenta Blockchain RI Didorong lewat Inisiatif Pendidikan dan MentorshipSingapura mencatat peningkatan tajam dalam kemampuan mempertahankan talenta, naik tujuh peringkat dari posisi 38 pada 2023 ke posisi 31 tahun ini.Negara ini juga unggul dalam pendidikan formal dan keterampilan adaptif yang meliputi soft skills, literasi digital, dan inovasi.Menurut Paul Evans, profesor emeritus INSEAD dan editor laporan, negara yang mampu mengembangkan tenaga kerja adaptif dan melek AI akan lebih siap menghadapi disrupsi dan mempertahankan daya saing jangka panjang.Baca juga: 10 Negara Pusat Talenta Berdaya Saing Tinggi di Dunia, Hanya 2 di AsiaBerikut daftar 10 negara teratas dalam Indeks Daya Saing Talenta Global 2025:


(prf/ega)