Desa Tempur di Jepara Diserbu Turis Jerman, Ternyata Ini Daya Tariknya

2026-01-12 07:29:56
Desa Tempur di Jepara Diserbu Turis Jerman, Ternyata Ini Daya Tariknya
JEPARA, – Kampoeng Kopi Tempur di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kian menarik perhatian wisatawan.Sejak berdiri pada awal 2023, destinasi wisata yang menawarkan panorama pegunungan ini semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.Sekretaris Desa Tempur, Mahfud Aly, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat setiap tahun. Bahkan, hampir setiap akhir pekan selalu ada wisatawan yang berkemah di area Kampoeng Kopi Tempur.“Alhamdulillah peminatnya semakin banyak. Setiap minggunya pasti ada yang camping di sini,” ujar Mahfud saat ditemui Kompas.com.Kampoeng Kopi Tempur menyediakan fasilitas penyewaan tenda dengan tiga pilihan paket. Paket standar pertama dibanderol Rp 100.000, paket standar kedua Rp 200.000, dan paket lengkap seharga Rp 250.000 yang sudah termasuk tenda, tikar, bantal, selimut, dan sarapan khusus akhir pekan.Baca juga: Saat Kemunculan Harimau Jawa Mengejutkan Warga Desa Tempur“Untuk hari kerja, seluruh harga dipotong Rp 50.000,” ujar Mahfud.Selain area camping, pengelola juga menyediakan gazebo, pendopo pertemuan, serta tiga kamar mandi. Lokasi ini kerap dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah maupun komunitas.Desa Tempur dikenal sebagai kawasan dataran tinggi yang menyimpan banyak potensi wisata alam. Jalur trekking menuju Candi Angin hingga puncak Gunung 29 menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan.Tempur juga memiliki sejumlah kafe dan kuliner khas desa.“Yang menjadi andalan itu umbut atau sayur rotan muda, juga sayur pakis. Banyak kuliner desa yang disukai pengunjung,” kata Mahfud.Selain wisata alam dan kuliner, Desa Tempur juga memiliki jejak sejarah berupa punden yang menyimpan batu yoni dan patung Ganesha peninggalan era Majapahit. Di Dukuh Pekoso, Desa Tempur dikenal sebagai Kampung Toleransi karena masjid dan gereja berdiri berhadapan dengan jarak sekitar enam meter.Beragam festival budaya rutin digelar, mulai dari Sedekah Bumi, Panen Raya Kopi, Festival Kupatan, hingga Sedekah Kopi.Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Jepara dan wilayah Karesidenan Pati, tetapi juga dari Jakarta, Batam, hingga luar Jawa. Bahkan, wisatawan asal Jerman tercatat beberapa kali berkunjung.“Biasanya mereka datang dari paket wisata Karimunjawa. Setelah dari pantai, mereka diarahkan ke pegunungan, yaitu Desa Wisata Tempur,” ujar Mahfud.Salah satu pengunjung, Singgih asal Pati, mengaku terkesan dengan suasana alam Desa Tempur.“Wisatanya indah, cuacanya sejuk. Enak banget buat liburan keluarga,” kata Singgih.Ia juga tertarik dengan kejernihan air sungai di sekitar lokasi.“Rencananya nanti mau mandi di sungai bareng teman-teman,” ujarnya.


(prf/ega)