JAKARTA, - Prospek saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dinilai tetap menarik menjelang akhir 2025 hingga awal 2026.Penilaian ini didukung fundamental yang kuat, valuasi yang masih terdiskon, dan ruang ekspansi kredit yang lebar.Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Erni Marsella Siahaan, menyebut BBNI termasuk bank yang efisien dengan likuiditas solid.Rasio loan to deposit ratio (LDR) tercatat 86,9 persen, menunjukkan ruang pembiayaan masih besar.Baca juga: BNI (BBNI) Percepat Transisi Berkelanjutan Sawit Lewat ESG Advisory PlaybookCiptadana mempertahankan rekomendasi BUY untuk BBNI dengan target harga Rp 5.275 per saham. Target itu memberi potensi kenaikan sekitar 24 persen dari level saat ini.“Dengan fundamental yang sehat, efisiensi terjaga, dan prospek pertumbuhan kredit yang kuat, kami mempertahankan rekomendasi BUY untuk BBNI dengan target harga Rp 5.275 per saham, atau potensi kenaikan 24 persen dari harga saat ini,” ujar Erni dalam risetnya, Kamis .Pada perdagangan Kamis sore, saham BBNI bergerak melemah tipis. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham BBNI berada di level Rp 4.450, turun 10 poin atau 0,22 persen.Selama sesi perdagangan, saham BBNI sempat menyentuh level tertinggi harian Rp 4.560 sebelum terkoreksi menjelang penutupan.Dalam riset Ciptadana per 24 Oktober 2025 dijelaskan kinerja BBNI hingga September 2025 sejalan dengan ekspektasi. Kredit tumbuh 10,5 persen secara tahunan, terutama dari segmen korporasi dan menengah.Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 21,4 persen dengan kontribusi besar dari giro dan tabungan (CASA). Likuiditas kuat ini ditopang injeksi dana pemerintah dan pengelolaan pendanaan yang hati-hati.Dari sisi efisiensi, biaya dana (cost of fund/CoF) terjaga di 2,8 persen. Margin bunga bersih (NIM) turun ke 3,8 persen. Tekanan ini dinilai sementara dan berpeluang pulih.Baca juga: Kode Bank BNI ke BRI untuk Transfer dan Cara MenggunakannyaBBNI dinilai menyimpan ruang kenaikan harga (potential upside) yang kuat jika pasar kembali menghargai fundamental sektor perbankan pada akhir tahun hingga awal 2026.Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, BBNI mencatat laba bersih Rp 15,11 triliun. Kredit tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Rasio LDR turun ke 86,9 persen, menandakan ruang ekspansi pembiayaan masih luas.Biaya dana (CoF) turun ke 2,8 persen, lebih rendah dari banyak bank besar. Fee based income tumbuh 11,5 persen secara tahunan, memperkuat sumber pendapatan berulang di tengah penurunan NIM.Analis menilai valuasi yang murah, efisiensi pendanaan, dan perbaikan kualitas aset menjadi pendorong utama kinerja BBNI ke depan.Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang muncul. Investor perlu melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
(prf/ega)
Prospek Saham Bank BNI Dinilai Masih Menarik, Potensi Naik 24 Persen Jelang Tutup Tahun
2026-01-12 15:03:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:02
| 2026-01-12 14:45
| 2026-01-12 14:04
| 2026-01-12 13:42
| 2026-01-12 13:09










































