SURABAYA, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Surabaya telah berjalan satu tahun dan menapaki perjalanan panjang penuh tantangan. Namun di baliknya, tersimpan banyak kisah tentang dampak yang lebih luas dari sekadar menyediakan makan siang gratis bagi siswa.Salah satunya datang dari SMPN 13 Surabaya, yang dinilai sebagai salah satu sekolah paling tertib dalam pelaksanaan MBG.Kepala sekolahnya, Syamsul Hadiwiyono, mengatakan bahwa program MBG berperan penting dalam mendukung pemenuhan gizi siswa, sehingga berdampak pada semangat belajar dan prestasi akademik.Baca juga: Berkah Program MBG, Mitra dan Petani Lokal Purbalingga: Permintaan Sayur Meningkat, Harga Stabil“MBG membuat siswa lebih semangat dan fokus, karena orang kalau lapar ya mana bisa belajar,” ujar Syamsul saat ditemui Kompas.com, Selasa .Syamsul menjelaskan, siswa di sekolahnya memiliki aktivitas padat dari pukul 06.30 hingga 14.30 WIB.“MBG datangnya pagi, jadi bisa langsung dibagikan agar makanan tetap hangat dan tidak berkeringat,” katanya./AZWA SAFRINA Para siswa SMP Negeri 13 Surabaya saat menerima menu Makan Bergizi Gratis(MBG), Selasa .Program tersebut, kata dia, juga memiliki program khusus “Jumat Berkah”, dengan menu tambahan seperti telur, susu, roti, kacang, dan makanan kering.“Anak-anak paling menunggu tiap Jumat karena menunya lebih bervariasi,” ujarnya.Antusiasme siswa terhadap program MBG, diakui olehnya begitu terasa, terutama saat program sempat terhenti setelah libur semester.“Banyak siswa bertanya, ‘Pak, kapan ada MBG lagi?’ Mereka benar-benar menunggu,” tutur Syamsul.Baca juga: Kecipratan Berkah Program MBG, Omzet UMKM di Banyuwangi Naik 50 Persen/AZWA SAFRINA Ratusan MBG SMPN 13 Surabaya yang susah rapi tersusun sebelum dibagikan kepada para siswa, Selasa . Beberapa siswa bahkan sering meminta tambahan makanan.“Kalau ada sisa porsi, banyak yang minta tambah. Umur segitu memang masa pertumbuhan, jadi makannya banyak,” sambungnya.Baca juga: Cerita Kota Madiun Zero Kasus Keracunan MBG, Wali Kota Keliling hingga Dorong SPPG Urus SLHSMenurut Syamsul, program MBG membantu meringankan beban keluarga kurang mampu.“Selain menumbuhkan semangat belajar, MBG ini juga mengurangi biaya makan keluarga. Walaupun masih ada yang membawa bekal, tetap sangat membantu,” ujarnya.Menu MBG pun diakuinya bervariasi, mulai dari ayam, ikan, daging, hingga telur.Siswi kelas VII, SMPN 13 Surabaya, Amira (12), mengatakan menu favoritnya adalah mie ayam dan chicken katsu.Baca juga: MBG Ubah Nasib Nelayan Kaur: Ikan Kami Kini Laku, Tak Ada Lagi yang Terbuang“Enak banget (menunya). Apalagi (saya) jarang makan (menu) itu di rumah,” kata Amira.Ia juga menyebut, buah pendamping yang biasanya disajikan dalam ompreng bervariasi dan selalu segar.“Buahnya juga selalu enak-enak dan segar. Seperti hari ini, dikasihnya pisang, pernah juga dapat buah pir, anggur, dan jeruk,” tuturnya.Rekan sekelasnya, Zafirah (12), menambahkan, bahwa sejak ada program MBG di sekolahnya, ia merasa tak perlu lagi bawa bekal lagi.
(prf/ega)
Dari Dapur hingga Lapangan Kerja, Cerita Program MBG di Kota Surabaya Berhasil Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Lokal
2026-01-12 07:34:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:53
| 2026-01-12 14:38
| 2026-01-12 14:25
| 2026-01-12 14:20










































