Mentan Siapkan Bantuan untuk Petani-Peternak Terdampak Banjir Sumatera

2026-02-05 00:56:53
Mentan Siapkan Bantuan untuk Petani-Peternak Terdampak Banjir Sumatera
JAKARTA, - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah tengah menyiapkan bantuan untuk petani yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar).Dalam rapat di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin pagi, Amran memerintahkan jajarannya untuk mendata lahan pertanian dan peternakan yang terdampak bencana.“Benih dan obat-obatan ternak sudah disiapkan. Saya sudah minta para Dirjen fokus membantu petani dan peternak kita. Semua fokus bantu rakyat!” ujar Amran yang juga  Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini, seperti dikutip dari keterangan resmi.Baca juga: Banjir Sumatera, Pertamina Sediakan Telepon Khusus untuk Suplai OperasibanSelain itu, pada kesempatan tersebut, Amran juga memerintahkan jajarannya untuk memastikan distribusi bahan pangan ketiga provinsi itu tidak terlambat.Pengusaha itu juga memerintahkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), termasuk beras, disalurkan dengan cepat melalui kerja sama dengan Bulog dan pemerintah daerah (Pemda) terkait.Ia memerintahkan posko distribusi beroperasi 24 jam penuh dan memastikan jalur logistik bebas hambatan.Adapun Bapanas, Kementan, dan Bulog telah mengerahkan tim gabungan guna menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.Mereka juga ditugaskan untuk mendata kebutuhan riil di lapangan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan pemda setempat.“Dalam kondisi darurat seperti ini, tidak boleh ada keterlambatan. Seluruh jajaran Kementan dan Bapanas harus bergerak cepat, memastikan ketersediaan pangan aman, dan bantuan segera sampai ke masyarakat,” kata Amran.Sebagai informasi, tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumbar, dan Sumut, dilanda banjir bandang dan tanah longsor.Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban meninggal per Minggu mencapai 442 orang dan 402 lainnya masih hilang.Sementara itu, puluhan ribu warga mengungsi karena rumah mereka luluh lantak diterjang banjir besar.Sejumlah titik dikabarkan masih terisolir karena akses jalan yang tertimbun material longsor dan banjir hingga berkilo-kilo meter. Mereka membutuhkan pasokan bahan pangan dan energi.Baca juga: Bulog: Stok Beras di Aceh, Sumut, Sumbar Susut Pasca Bencana Banjir-Longsor


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-04 23:41