LAB 45: Penempatan Koarmada Baru di Kaltim dan Ambon Sudah Tepat Tangkal Ancaman Laut

2026-01-11 03:47:53
LAB 45: Penempatan Koarmada Baru di Kaltim dan Ambon Sudah Tepat Tangkal Ancaman Laut
JAKARTA, - Analisis Utama Politik Keamanan Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Reine Prihandoko, menilai penempatan dua Komando Armada (Koarmada) TNI Angkatan Laut di Kalimantan Timur dan Ambon sudah tepat. Penambahan tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan kekuatan TNI hingga 2029, di mana TNI AL menargetkan memiliki lima Koarmada pada tahun itu. “Selain (Koarmada yang sudah dimiliki) di Riau, Surabaya, dan Sorong. Saya dengar, penambahan dua Koarmada ada di Kalimantan Timur dan Ambon. Nah, ini sangat masuk akan untuk menangkal ancaman-ancaman,” ujar Reine saat dihubungi Kompas.com, Rabu . Reine menjelaskan, arah pembangunan pertahanan Indonesia periode 2025–2029 seharusnya disusun berdasarkan dua pendekatan utama, yakni berbasis ancaman (threat-based) dan berbasis kemampuan (capability-based).Baca juga: 2 Koarmada TNI AL Bakal Dibangun di Kalimantan Timur dan Ambon Ia mencontohkan, pendekatan threat-based dapat digunakan untuk menentukan arah pembangunan pertahanan dengan mempertimbangkan berbagai potensi ancaman yang nyata. Indonesia, kata Reine, memiliki banyak jalur strategis global yang juga menjadi titik rawan atau choke point maritim. Kondisi ini meningkatkan berbagai risiko di wilayah perairan nasional, seperti penyelundupan, perompakan, penculikan, perdagangan senjata, transportasi ilegal, pencurian ikan, hingga meningkatnya aktivitas kapal asing di zona ekonomi eksklusif Indonesia. Bahkan, jalur-jalur tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai rute operasi kelompok terorisme. Dengan penempatan dua Koarmada baru di Kalimantan Timur dan Ambon, diharapkan bisa menangkap sejumlah ancaman tersebut. “Utamanya (ancaman) yang datang dari, mungkin sisi utara atau timur laut Indonesia. Karena kan letaknya di Kalimantan Timur dan Ambon,” jelas dia.Baca juga: Eks KSAL soal Rencana Penambahan Koarmada Baru: Alutsistanya Disiapkan DuluDalam hal ini, Riene menganalisis jenis-jenis Kapal Republik Indonesia (KRI) yang dinilai cocok untuk ditempatkan di dua Koarmada tambahan tersebut.Wilayah Kalimantan Timur berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi dan Selat Makasar, serta memiliki dengan Filipina dan Malaysia. Selain itu, posisinya juga berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Karena situasinya seperti itu, ancamannya mungkin lebih ke perompakan, terorisme, ada potensi konflik di situ,” ujar dia. Karena itu, tipe KRI yang diperlukan di kawasan tersebut lebih mengarah pada kapal-kapal pengamanan perbatasan dan pelindung area laut strategis. “Selain kapal cepat rudal, mungkin ada juga korvet ringan. Karena untuk perairan terbukanya. Lalu, kapal bantu logistik atau tanker, mungkin butuh untuk (mobilitas) ke IKN,” ucap dia.


(prf/ega)