Wagub Rano: Kami Bersyukur Era Gubernur Anies Bangun JIS tapi Banyak Kendala

2026-01-12 07:13:26
Wagub Rano: Kami Bersyukur Era Gubernur Anies Bangun JIS tapi Banyak Kendala
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan rasa syukur Jakarta International Stadium (JIS) dibangun saat era pemerintahan Gubernur Anies Baswedan. Namun Rano menjelaskan JIS masih banyak kendala.Hal itu diungkapkan Rano saat membuka acara focus group discussion (FGD) pengembangan aksesibilitas kawasan Jakarta International Stadium (JIS) di Gedung Teknis Jatibaru, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Kamis (27/11/2025).Awalnya Rano mengungkapkan FGD tersebut digelar untuk membicarakan tentang infrastruktur di JIS. Namun JIS juga masuk kawasan yang perlu dibenahi."JIS ini masuk dalam sebuah kawasan. Jadi, bukan hanya stadion saja. Maka itu saya berharap tadi saya telepon dengan aspri saya, minimal kita sajikan agar kita punya wawasan bahwa kita pun harus mendesain kawasan ini," ucapnya."Kalau enggak, nanti dua tahun lagi kita ketemu lagi kayaknya. Walaupun mungkin pembangunannya akan ada fase, akan ada fase, tapi tidak stuck seperti ini," tambahnya.Dia mengaku bersyukur JIS dibangun di era Gubernur Anies. Namun ada banyak kendala dalam JIS."Kami bersyukur era Gubernur Anies membangun stadion JIS, tapi memang kita juga melihat banyak kendala yang belum bisa dilengkapi karena ada fase-fase yang memang tidak selesai, sehingga menjadi stuck," jelasnya."Bisakah dikasih lihat? Tadi saya telepon Pak Iwan (Dirut JakPro), minimal supaya Bapak-bapak bisa melihat apa sih kawasan JIS ini. Tapi mungkin yang lain sudah tahu," tambahnya.Rano menyampaikan pentingnya jembatan penyeberangan dari Ancol menuju JIS untuk melengkapi stadion tersebut. Sebab, lanjut Rano, JIS merupakan tempat favorit."Nah, artinya betapa pentingnya jembatan penyeberangan dari Ancol menuju JIS. JIS ini menjadi tempat favorit, maaf ya, mereka jauh lebih memilih JIS daripada GBK untuk memperlihatkan sebuah show. Karena JIS itu ultimate, dekat, enggak ada jarak. GBK itu jauh, stage di tengah, penonton jauh, sehingga enggak terasa," tutupnya.Simak juga Video Pemprov DKI Mau Bangun Jembatan Penghubung Ancol-JIS[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-12 05:05