Cerita WNI Kecelakaan Kerja di Australia, Risiko Peserta WHV Lebih Besar

2026-01-13 05:54:51
Cerita WNI Kecelakaan Kerja di Australia, Risiko Peserta WHV Lebih Besar
CANBERRA, - Jaya Daud Munthe mengalami patah tulang di sebuah pabrik daging di New South Wales, Australia tempatnya bekerja.Cedera Jaya, yang adalah peserta Working Holiday Visa (WHV) asal Indonesia, dialaminya karena tertimpa kardus berisi ratusan kilogram daging domba."Saya sudah mau lari, tapi enggak keburu," katanya kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.Baca juga: Sejumlah WNI Peserta WHV Tewas Kecelakaan di Australia, Muncul Seruan Ubah Aturan"Jadi saya tahan pakai tangan... Kaki kiri saya ke-twist... Saya dengar kakinya patah."DOK JAYA DAUD MUNTHE via ABC INDONESIA Peserta WHV Jaya Daud Munthe mengalami kecelakaan kerja sebanyak dua kali di pabrik daging di Australia.Skema WHV dirancang oleh Pemerintah Australia bagi anak muda untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di sektor-sektor penting, seperti pengolahan daging.Namun, pakar mengkhawatirkan lingkungan kerja pemegang WHV seperti Jaya.Beberapa insiden kecelakaan yang ditemukan ABC memunculkan pertanyaan tentang apakah perusahaan memanfaatkan ketidaktahuan pekerja asing tentang aturan keselamatan kerja di Australia.Sebuah laporan berjudul "Backpacker Dispatches" yang awal bulan ini diterbitkan oleh Migrant Workers Centre menyebutkan, skema WHV berfungsi sebagai "saluran yang secara faktual memberi upah rendah."Menurut laporan tersebut, skema ini tidak memiliki perlindungan, jalur kerja permanen, dan pengawasan yang pada umumnya merupakan bagian dari program tenaga kerja migran formal. Lea Knopf, penulis laporan yang sempat menjadi peserta WHV selama lebih dari dua tahun, mengatakan peserta WHV terpapar "risiko cedera yang lebih tinggi" karena jenis pekerjaan yang cenderung mereka ambil.Menurutnya, mereka juga tidak diberi pelatihan dan informasi keselamatan kerja yang cukup.DOK JAYA DAUD MUNTHE via ABC INDONESIA Jaya mengalami patah kaki pada hari pertamanya kembali bekerja setelah pulih dari cedera lainnya.Jaya pindah dari Indonesia ke NSW pada akhir 2024 dengan harapan untuk mendapatkan upah yang lebih baik sehingga bisa menabung untuk hari tua.Ia mendapatkan pekerjaan di pabrik daging Southern Meats di Goulburn pada Februari 2025.Tetapi sebulan setelahnya, tulang tangan kirinya retak akibat tertimpa kardus berisi daging domba yang berat di ruang pendingin pabriknya."Teman saya yang dari belakang sana itu kan tugasnya mendorong, nah dia mendorongnya itu terlalu kencang... Akhirnya siku-siku box dagingnya itu kena tangan saya," katanya."Itu waktu pagi, sakit banget."Akibat cedera tersebut, Jaya tidak bisa bekerja selama dua minggu, dan pada hari pertama kembali masuk kerja, ia mengalami kecelakaan lagi.Baca juga: Scam Mulai Merambah Australia, Sasar WNI Pelamar Work-Holiday VisaKasus cedera dan penyakit yang serius, atau kematian yang terjadi saat bekerja seharusnya dilaporkan kepada otoritas kesehatan dan keselamatan kerja di negara bagian setempat, yang dalam kasus Jaya berarti SafeWork NSW.Namun, juru bicara SafeWork NSW mengatakan kepada ABC, mereka "belum menerima pemberitahuan tentang dugaan insiden" yang berkaitan dengan Jaya.Perusahaan dapat didenda hingga 50.000 dollar Australia (sekitar Rp 545 juta) jika tidak memberi tahu SafeWork NSW tentang insiden yang melibatkan cedera serius, penyakit, atau kematian.Jaya mengatakan, ia memberi tahu agensi pemberi kerjanya, yang membantu mengurus klaim asuransi yang mencakup perawatan medis dan upahnya. Namun, agensi tersebut tidak pernah memberi tahu pihak berwenang.ABC telah menghubungi Southern Meats tentang kasus Jaya, tetapi perusahaan tersebut menolak berkomentar.Jaya terkejut ketika perusahaan lamanya tidak melaporkan kasusnya kepada regulator keselamatan kerja."Mereka pasti menjaga track record, tapi kan kalau kenyataannya memang banyak kecelakaan kerja, ya seharusnya dilaporkan dong yang sesuai undang-undang yang berlaku," katanya.


(prf/ega)