Cerita Arumi, Usia 8 Tahun Raih 2 Medali Internasional

2026-02-04 20:50:55
Cerita Arumi, Usia 8 Tahun Raih 2 Medali Internasional
- Arumi Hilwani Siregar, masih berusia 8 tahun. Meski masih kecil, tapi dia sudah sering juara di level internasional.Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bina Keluarga ini baru meraih medali emas “4th Wan-Jun Gymnastics Club Competitions 2025”.Ajang ini berlangsung di Westgate Hall, Central Plaza Westgate Shopping Center, Bangkok, Thailand, 27 hingga 30 November 2025 lalu.Ajang ini menerapkan Competition Program Adhere to FIG Code of Points 2025–2028. Setiap peserta dituntut menunjukkan teknik, ketepatan, dan kreativitas yang sesuai standar internasional.Ajang ini diikuti 519 peserta dari 9 negara, yaitu China, Polandia, Rusia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand (Phuket dan Pattaya), Vietnam, dan Indonesia. Para peserta terbagi dalam delapan kategori sesuai usia dan tingkat kemampuan atlet.Baca juga: Kisah Piyan, Anak Tukang Ojek Lolos Beasiswa LPDP dan Kerja di PertambanganArumi tampil di Category B, usia 8 tahun. Dengan semangat tinggi dan fokus penuh, Arumi menunjukkan performa terbaiknya pada dua nomor yang diikuti.Pada nomor freehand, Arumi berhasil memukau para juri dan meraih Juara 1 (medali emas). Sementara pada nomor ball, Arumi juga tampil gemilang dan berhasil membawa pulang Juara 3 (medali perunggu).Prestasi ini tidak diraih dengan mudah. Arumi telah berlatih intensif selama berbulan-bulan, memadukan kedisiplinan, ketekunan, serta dukungan penuh dari orang tua, pelatih, dan pihak madrasah.Keberhasilannya membuktikan bahwa siswa madrasah mampu tampil bersaing di panggung internasional dan menunjukkan kualitas terbaiknya.Arumi Hilwani Siregar mengaku senang dan bangga dapat membawa pulang medali untuk madrasah dan Indonesia.Arumi berharap dapat terus mengikuti kompetisi internasional lainnya dan mengumpulkan lebih banyak prestasi.“Saya sangat senang bisa menang dan membawa pulang medali emas. Latihan setiap hari memang capek, tapi saya ingin membuat orangtua dan madrasah bangga. Saat tampil di Thailand, saya hanya fokus dan berdoa agar bisa melakukan yang terbaik. Saya ingin terus belajar dan berlatih supaya bisa ikut lomba di negara lain dan dapat lebih banyak medali lagi,” ujar Arumi dengan penuh semangat dilansir dari laman Kemenag, Rabu .Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar, memberikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi internasional yang diraih siswa madrasah.Baca juga: Sosok Fryda, Lulusan Unair yang Kini Jadi Inspektur Jenderal KemenbudDok. Shutterstock Ilustrasi medali emas Olimpiade. ilustrasi SMA paling berprestasiMenurutnya, capaian Arumi merupakan bukti bahwa madrasah mampu menghasilkan generasi hebat yang mampu bersaing secara global.Menurut dia, prestasi Arumi adalah wujud nyata bahwa madrasah memiliki potensi besar dalam melahirkan anak-anak yang berbakat dan berdaya saing tinggi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 19:39