NEW YORK, - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat, menembus level tertinggi dalam hampir tiga pekan terakhir.Penguatan ini didorong oleh keyakinan pelaku pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), berpotensi memangkas suku bunga pada Desember mendatang.Mengutip Reuters, pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi 4.126,77 dollar AS per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Oktober 2025 pada sesi sebelumnya.Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah tipis 0,1 persen ke level 4.116,30 dollar AS per ons.Baca juga: Perdagangan Emas Digital Bakal Sentuh 25 Juta Gram di ICDX"Pelaku pasar memperkirakan data ekonomi AS yang tertunda akibat penutupan pemerintahan akan menunjukkan pelemahan, dan hal ini bisa mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga pada Desember. Itulah yang memicu optimisme di pasar emas," kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals.Adapun emas, yang dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven), memang biasanya menguat di tengah lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).Sebelumnya, Senat AS telah menyetujui kompromi untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah negara itu.Penutupan tersebut sempat menyebabkan kekosongan data ekonomi penting seperti laporan ketenagakerjaan dan inflasi.Pada pertemuan bulan kemarin, The Fed memangkas suku bunga acuannya, namun Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa keputusan untuk pemangkasan lanjutan masih belum pasti.Meski demikian, pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 64 persen bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada Desember, menurut CME Group’s FedWatch.Data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan penurunan jumlah tenaga kerja pada Oktober, sementara sentimen konsumen jatuh ke level terendah dalam 3,5 tahun pada awal November.Selain itu, Gubernur The Fed Stephen Miran pada Senin menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin bisa menjadi langkah yang tepat mengingat melemahnya pasar tenaga kerja dan tren inflasi yang menurun.Di sisi lain, UBS dalam catatannya menyebut permintaan emas pada tahun ini dan tahun depan berpotensi mencapai level tertinggi sejak 2011."Setiap peningkatan signifikan dalam risiko politik atau pasar keuangan bisa mendorong harga emas menuju target kenaikan kami di kisaran 4.700 dollar AS per ons," tulis UBS.Baca juga: Bumi Resources Kuasai 100 Persen Saham Tambang Emas Wolfram Australia
(prf/ega)
Harga Emas Dunia Naik, Investor Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
2026-01-12 07:39:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:49
| 2026-01-12 06:42
| 2026-01-12 05:00










































