Di Depan Prabowo, Kepala BGN Ungkap Insiden Sopir Pengantar MBG Tabrak Guru dan Siswa di Jakarta Utara

2026-01-12 14:26:51
Di Depan Prabowo, Kepala BGN Ungkap Insiden Sopir Pengantar MBG Tabrak Guru dan Siswa di Jakarta Utara
JAKARTA, - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto perihal insiden kecelakaan mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak guru dan siswa di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.Laporan tersebut disampaikan Dadan saat Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Negara, Senin .Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika mobil pengantar MBG menabrak pagar dan masuk ke area sekolah.Insiden tersebut dipicu oleh kondisi sopir utama yang seharusnya bertugas, namun sedang sakit dan tidak dapat bekerja.Baca juga: Lapor ke Prabowo, Kepala BGN: 323 SPPG MBG Dialihkan untuk Korban Banjir SumateraUntuk memastikan layanan pengantaran tetap berjalan, pihak pengelola kemudian menghubungi sopir cadangan pada pukul 03.00 WIB dini hari.Namun, sopir cadangan yang ditugaskan tersebut juga diketahui berada dalam kondisi kesehatan yang kurang prima.Meski demikian, ia tetap menjalankan tugas pengantaran demi melayani program MBG bagi para siswa.Kondisi fisik yang tidak optimal itu diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.“Dan kemudian terakhir saya ingin melaporkan terkait dengan kejadian insiden kemarin, di mana ada satu mobil pengantaran yang menabrak pagar dan kemudian masuk SD Cilincing, dan ini disebabkan karena sopir yang utamanya sakit,” ujar Dadan.“Kemudian jam 3 (dini hari) sopir cadangan di telepon dan kelihatannya dalam kondisi kurang prima dan tetap bekerja untuk melayani dan timbul kejadian,” paparnya.Akibat kejadian tersebut, sebanyak 22 orang mengalami cedera.Pada hari yang sama, setelah menjalani observasi medis selama enam jam, sebanyak sepuluh siswa dinyatakan cukup stabil sehingga diperbolehkan pulang.Sementara itu, delapan siswa dan satu orang guru menjalani perawatan di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara.Adapun tiga siswa lainnya dirawat di Rumah Sakit Cilincing.Perkembangan terbaru menunjukkan jumlah korban yang masih dirawat terus berkurang.


(prf/ega)