JAMBI, – Suasana belajar di SMP Negeri 32 Merangin, Jambi, berubah mencekam pada Jumat ketika seorang guru bernama Paimen menjadi korban penganiayaan penambang emas ilegal berinisial A.Insiden terjadi tepat di depan ruang kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.Sejumlah murid dan guru yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, panik.Beberapa siswa bahkan berlari ketakutan saat melihat pelaku kembali membawa sebatang kayu sepanjang 1,5 meter.Baca juga: Korban Penganiayaan di Nunukan Ditangkap usai Lapor Polisi, ternyata Dibacok karena Cekcok Setoran SabuKejadian bermula ketika Paimen dipanggil A saat mengajar kelas 9.Pelaku, yang merupakan pemilik ekskavator PETI, mempertanyakan persoalan jalan yang melewati lahan milik Paimen.A selama ini kerap memobilisasi alat berat melalui lahan tersebut.Meskipun awalnya tidak keberatan, Paimen kemudian menawarkan agar sebagian lahannya dibeli untuk menghindari masalah di masa depan.“Makanya kita beri opsi dia silakan beli tanah kita sesuai ukuran jalan. Awalnya disepakati, kita tetapkan dengan harga 28 juta. Tahu-tahu, dia menyampaikan tidak jadi lewat pesan WA (WhatsApp). Berarti seharusnya masalah selesai,” kata menantu Paimen, Saidina, pada Senin .Baca juga: Fakta Baru Sidang Prada Lucky, Perintah Komandan Kompi Tak Digubris hingga Penganiayaan BerlanjutNamun, masalah tidak berhenti di situ.Dua pekan setelah pesan WA tersebut, A mendatangi sekolah dan terlibat adu mulut dengan Paimen mengenai jalan usaha tani (JUT) di belakang TK yang berada di Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin.Adu mulut ini memicu kemarahan A, yang kemudian memukul keras telinga Paimen.“Bahasa terakhir sebelum mukul, ‘saya tidak lewat di tanah pak Paimen, tapi Pak Paimen jangan lewat tanah di belakang TK,' namun mertua saya bantah bahwa jalan di belakang TK itu jalan JUT," ungkap Saidina.Akibat pukulan keras tersebut, Paimen terjatuh dan dahinya membentur permukaan keras hingga berdarah.Ketika berusaha bangkit, pelaku kembali memiting tubuhnya, sehingga keduanya terjatuh.
(prf/ega)
Suasana Belajar di SMPN 32 Merangin Mencekam, Seorang Guru Jadi Korban Penganiayaan
2026-01-11 14:58:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:37
| 2026-01-11 15:16
| 2026-01-11 15:04
| 2026-01-11 14:15
| 2026-01-11 13:01










































