Pintu Masuk dan Keluar Stasiun Bogor Dipindahkan, Ini Detail Perubahannya

2026-01-14 06:03:51
Pintu Masuk dan Keluar Stasiun Bogor Dipindahkan, Ini Detail Perubahannya
BOGOR, - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan penyesuaian titik pintu masuk dan keluar penumpang di Stasiun Bogor sejak Sabtu .Pantauan Kompas.com di lokasi, Minggu , menunjukkan bahwa pintu masuk dan keluar penumpang di sisi timur Stasiun Bogor, yang mengarah ke Alun-alun Bogor, tidak mengalami perubahan.Penyesuaian dilakukan pada sisi barat stasiun. Gate pertama yang dipindahkan adalah pintu keluar penumpang di sisi barat yang sebelumnya berada dekat restoran cepat saji CFC.Baca juga: PO Bus di Terminal Jatijajar Tetap Layani Perjalanan ke Sumatera Jelang NataruDi area tersebut masih terlihat bekas mesin tap-in yang berjejer di lobi depan eskalator Stasiun Bogor Paledang./DINDA AULIA RAMADHANTY Lokasi lama yang memperlihatkan jejak bekas pintu keluar penumpang sisi barat Stasiun Bogor, Minggu .Dengan penyesuaian ini, pintu keluar kini ditempatkan lebih ke arah luar, mendekati pagar Jalan Kapten Muslihat atau dekat gerai Alfa Express menuju Jalan Mayor Oking.Pada pintu keluar tersebut, tersedia enam mesin tap-out bagi penumpang. Di sekitar lokasi masih terdengar suara mesin pemotong besi dari para pekerja yang tengah menyelesaikan pemasangan pagar pintu keluar.Gate kedua yang dipindahkan adalah pintu masuk penumpang sisi barat dari arah Jalan Mayor Oking. Sebelumnya, pintu masuk ini berjejer dengan mesin tap-out penumpang.Kini, deretan gate masuk dipindahkan ke arah lobi dekat area musik. Penataan ini membuat arus penumpang masuk dan keluar tidak lagi saling berhimpitan.Akibat perubahan tersebut, area lobi yang sebelumnya kerap dipadati antrean tap-in dan tap-out kini terasa lebih lega dan luas.Baca juga: Suhu AC Bus Transjakarta Dipastikan Tak Lebih dari 25 Derajat CelsiusSelain itu, keberadaan papan penunjuk bertuliskan “Gate Out/Keluar” beserta arah panahnya dinilai cukup membantu penumpang, sehingga mereka tidak terlihat kebingungan dan tetap berjalan lurus ke arah Alfa Express.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-14 04:57