Kasus Rumah Nenek Elina Memanas, Armuji Bantah Perintah Demo ke Ormas Madas

2026-01-11 12:22:24
Kasus Rumah Nenek Elina Memanas, Armuji Bantah Perintah Demo ke Ormas Madas
SURABAYA, – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menanggapi video viral yang memuat pernyataan seorang pria yang menuduh anak buahnya memerintahkan demonstrasi kepada organisasi masyarakat Madura Asli (Madas) terkait perkara nenek Elina.“Tolong bilang sama anak buahnya sampean, suruh stop demo-demonya,” ujar pria dalam video tersebut.Pria itu juga menegaskan, jika aksi demonstrasi masih berlanjut dan berdampak pada Madas Nusantara atau Madas Rumpun, maka akan ada konsekuensi.“Kalau sampean atau anak buahnya sampean ngotot, ya, jujur kalau sampai Madas Nusantara atau Madas Rumpun yang kena imbasnya, kita tidak akan tinggal diam, Armuji ya,” lanjutnya.Baca juga: Massa Gruduk Kantor Madas Surabaya dan Copot Atribut Ormas, Buntut Pengusiran Nenek ElinaArmuji yang akrab disapa Cak Ji menjelaskan, sosok yang disebut sebagai anak buahnya dalam video tersebut, yang terlihat ikut saat sidak ke rumah nenek Elina Wijayanti, bukanlah bawahannya.Ia menegaskan orang tersebut merupakan seorang wartawan.“Pada saat saya kunjungan dan sidak di wilayah tempat Nenek Eliana. Sekali lagi, yang di sebelah saya itu bukan anak buah saya. Kalau enggak salah sebut, itu adalah wartawan media sosial,” kata Cak Ji melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sabtu .Ia menuturkan, setiap hari Selasa Rumah Aspirasi dibuka untuk menampung keluhan masyarakat. Pada kesempatan itu, kerap ada wartawan yang datang untuk meliput.“Bukan setiap Selasa mereka hadir, tapi kadang kala mereka hadir mengikuti keluhan warga yang disampaikan ke saya.”“Masa kalau ada orang mau meliput kegiatan saya, tidak diperbolehkan karena rumah aspirasi ini adalah boleh untuk siapa saja,” jelasnya.Baca juga: Kantornya Digrebek Imbas Pengusiran Nenek Elina, Ormas Madas: Serahkan ke Proses Hukum, Jangan TerprovokasiCak Ji menambahkan, saat dirinya melakukan sidak ke sejumlah lokasi, kegiatan tersebut juga kerap diikuti oleh wartawan.“Ya, tentunya saya tidak boleh melarang dong karena mereka kan juga ingin mendapatkan liputan,” ujarnya.Karena itu, ia meminta publik tidak serta-merta menggeneralisasi orang yang muncul di sekitar dirinya dalam sebuah rekaman sebagai anak buahnya.“Terus ada orang misalkan foto sama saya atau ke-shooting di pinggir saya, jangan langsung diasumsikan digebyah-uyah (digeneralisir) bahwa itu anak buah saya, itu salah kaprah. Ya, tolong dipahami secara baik bahwa itu bukan anak buah saya 100 persen,” ujarnya.Ia juga menegaskan, sekelompok orang yang sempat diduga berasal dari ormas Madas hanyalah oknum.


(prf/ega)