Jakarta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya sudah melepaskan semua warga yang terlibat penjarahan minimarket di Sibolga, Sumatra Utara, saat bencana banjir. Dia mengaku memahami terjadinya aksi nekat tersebut lantaran masyarakat membutuhkan logistik untuk bertahan hidup. "Bahwa sampai saat ini sudah tidak ada lagi, yang diamankan, semua sudah kita lepas," jelas Listyo saat konferensi pers perkembangan penanganan banjir Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu ."Kita juga paham saat itu mereka hanya membutuhkan logistik makanan dan saat ini semua sudah dilepas," sambungnya.AdvertisementSatuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sibolga awalnya mengamankan 16 orang terduga pelaku penjarahan minimarket. Mereka adalah korban bencana banjir Sumatra yang terdampak krisis pangan. "Benar, ada 16 orang diamankan Polres Sibolga terkait dugaan penjarahan," kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon kepada wartawan, Senin .Terduga pelaku penjarahan minimarket masing-masing berinisial (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18) dan BNH (17). "Lokasi yang dijarah terdapat beberapa mini market yang menjadi sasaran massa," sebutnya.
(prf/ega)
Kapolri: Semua Warga Terlibat Penjarahan Saat Banjir Sumatra Sudah Dilepas
2026-01-12 04:37:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:16
| 2026-01-12 04:00
| 2026-01-12 02:44
| 2026-01-12 02:30










































