JAKARTA, - China terus memperketat regulasi industri, khususnya terkait keselamatan kendaraan listrik.Pemerintah setempat telah merampungkan penyusunan dan revisi 294 standar nasional di 13 sektor strategis, dengan salah satu sorotan utama adalah peningkatan standar keselamatan baterai kendaraan listrik menjadi bersifat wajib untuk pertama kalinya.Baca juga: Baterai EV Mau Habis Saat SPKLU Masih Jauh, Apa yang Harus Dilakukan?Dikutip dari Carnewschina.com, Senin , informasi tersebut disampaikan oleh State Administration for Market Regulation (SAMR) pada 26 Desember.Dok. BYD Teknologi Blade Battery yang digunakan BYDSeluruh standar tersebut disusun berdasarkan rencana aksi lintas kementerian yang melibatkan tujuh lembaga pemerintah, serta telah disetujui, dipublikasikan, dan dijadwalkan mulai berlaku sesuai ketentuan.Ratusan standar baru itu merupakan bagian dari "Action Plan to Promote Equipment Renewal and Consumer Goods Trade-In Through Standards". Program ini bertujuan mendorong modernisasi industri dan pembaruan konsumsi masyarakat melalui penyeragaman regulasi teknis.Baca juga: Cara Efektif Hemat Baterai Mobil Listrik Jarak JauhFokus utamanya mencakup peningkatan efisiensi energi dan emisi, penguatan kualitas serta keselamatan produk, hingga perluasan standar daur ulang dan ekonomi sirkular.Kompas.com/Nanda Xpeng menggandeng PT. UABS (Unified Automotive Battery System) Indonesia meresmikan produksi massal baterai mobil listrik untuk model X9Pada sektor efisiensi energi dan emisi, pemerintah China merevisi dan menyusun standar nasional untuk industri-industri utama seperti pembangkit listrik tenaga batu bara, baja, dan bahan bangunan.Sebanyak 113 standar nasional disahkan, termasuk pengetatan batas konsumsi energi wajib guna mempercepat penghapusan kapasitas produksi yang sudah usang.Aturan ini juga meningkatkan persyaratan efisiensi untuk peralatan industri yang banyak digunakan, seperti boiler, motor listrik, dan transformator./Ruly Kurniawan Xpeng Indonesia resmi memproduksi X9 secara completely knocked down (CKD) di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa BaratSementara itu, 115 standar nasional lainnya menyasar sektor yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari otomotif, peralatan rumah tangga, furnitur, hingga produk konsumen baru.Dalam kelompok ini, standar keselamatan baterai kendaraan listrik direvisi secara signifikan dengan mewajibkan baterai tidak boleh terbakar atau meledak.Ini menjadi kali pertama persyaratan tersebut ditegaskan sebagai ketentuan teknis wajib di tingkat nasional.Direktur Departemen Teknologi Standar SAMR, Liu Hongsheng, menilai kebijakan ini sebagai terobosan penting dalam pengawasan keselamatan.Ia menyebutkan, kewajiban tersebut akan mendorong produsen otomotif untuk mengoptimalkan struktur baterai serta sistem manajemen termal demi meningkatkan keselamatan kendaraan energi baru secara menyeluruh.Standar nasional hasil revisi dengan kode GB 38031-2025 dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2026.Baca juga: Puncak Arus Balik Tahun Baru Diprediksi 4 Januari 2026Mulai tanggal tersebut, seluruh model baru yang mengajukan persetujuan tipe wajib memenuhi ketentuan terbaru.Sementara itu, kendaraan yang telah mendapat persetujuan berdasarkan standar lama akan mengikuti skema transisi berbeda, yang umumnya berlaku hingga 1 Juli 2027.Tak hanya soal keselamatan dan efisiensi, pemerintah China juga mengesahkan 66 standar nasional terkait daur ulang sumber daya dan pemanfaatan sirkular.Aturan ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengumpulan, pembongkaran, hingga regenerasi produk bekas, seperti peralatan rumah tangga, furnitur, perangkat elektronik, panel surya, turbin angin, hingga baterai kendaraan listrik.
(prf/ega)
China Perketat Regulasi Keselamatan Kendaraan Listrik
2026-01-12 05:20:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:08
| 2026-01-12 03:50










































