KCI Diminta Perbaiki Komunikasi Internal Usai Isu Pegawai Dipecat gara-gara Tumbler Tuku

2026-01-12 04:50:37
KCI Diminta Perbaiki Komunikasi Internal Usai Isu Pegawai Dipecat gara-gara Tumbler Tuku
JAKARTA, - Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI Muhamad Sarmuji mendorong manajemen KAI Commuter Indonesia (KCI) untuk memperkuat komunikasi internalnya.Hal ini disampaikan Sarmuji saat merespons viralnya informasi pemecatan seorang pegawai KAI Commuter Indonesia (KCI) karena hilangnya tumbler milik penumpang KRL.“Petugas front liner bekerja dalam tekanan tinggi setiap hari. Jangan sampai mereka menjadi korban dari miskomunikasi atau rumor yang belum terverifikasi. Evaluasi penting, tapi harus disertai perlindungan terhadap hak-hak pekerja,” ucap Sarmuji kepada wartawan, Kamis .Meski akhirnya kabar pemecatan itu dibantah KCI, rumor tersebut sempat beredar dan viral di media sosial.Baca juga: KAI Commuter Bantah Pecat Petugas Imbas Kasus Tumbler TertinggalOleh karenanya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar tidak ada ruang bagi rumor untuk berkembang.“KCI sudah menegaskan bahwa pemecatan pegawai tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada aturan kepegawaian dan ketenagakerjaan yang jelas. Itu langkah yang tepat," ujar dia.Anggota Komisi VI DPR RI ini juga meminta pihak KCI serta BUMN lain menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran.Menurut dia, BUMN perlu menangani masalah dan informasi yang beredar secara teliti dan tidak tergesa-gesa.“Saya meminta manajemen KCI dan seluruh BUMN transportasi untuk berhati-hati sebelum memberikan sanksi atau mengambil keputusan penting berdasarkan informasi awal yang belum tentu benar," ucap Sarmuji.Menurut dia, informasi yang viral tetap harus diverifikasi secara menyeluruh.Hal ini dinilai perlu agar tidak menimbulkan persepsi keliru yang dapat merugikan pekerja maupun institusi."Verifikasi dan klarifikasi harus menjadi langkah pertama, bukan justru reaksi spontan karena tekanan opini publik,” ujar Sarmuji.Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga barang pribadi saat beraktivitas di tempat umum.Baca juga: Ramai Soal Tumbler Hilang, Ini Penjelasan Lengkap KCI soal Isu Petugas DipecatSarmuji menyarankan masyarakat juga memanfaatkan layanan lost and found yang sudah tersedia di setiap stasiun.“Transportasi publik hanya bisa berjalan dengan nyaman jika ada saling pengertian antara operator dan pengguna. Kesadaran menjaga barang pribadi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan,” ujar dia.


(prf/ega)