WamenPANRB Dorong Penguatan Ekosistem Pembelajaran ASN di Era Serba Cepat

2026-01-15 02:20:14
WamenPANRB Dorong Penguatan Ekosistem Pembelajaran ASN di Era Serba Cepat
Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan National Future Learning Forum 2025. Forum ini dinilai menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pembelajaran ASN yang lebih maju, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.Dalam sambutannya, Purwadi menegaskan bahwa dinamika global yang sangat cepat menuntut birokrasi untuk lebih lincah dan tidak mengandalkan pola pembelajaran yang terpisah-pisah."Kita membutuhkan learning ekosistem yang kuat, terbuka, dan kolaboratif. Kita perlu mempertemukan pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan para praktisi pembelajaran agar saling melengkapi dan menguatkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (3/12/2025).Hal tersebut ia katakan saat National Future Learning Forum 2025 di Jakarta, Rabu (3/12).Dalam ekosistem ini, Lembaga Administrasi Negara (LAN) berperan sebagai center of excellence dalam membangun standar dan metodologi pembelajaran ASN, sementara Kementerian PANRB menjadi policy anchor yang memastikan kebijakan pengembangan kompetensi berjalan terarah dan terintegrasi dengan agenda reformasi birokrasi nasional.Ia juga menyoroti posisi Indonesia dalam Blavatnik Index of Public Administration, yang menunjukkan fondasi tata kelola publik Indonesia cukup kuat dengan skor sekitar 0,61 dan menjadi yang kedua tertinggi di ASEAN. Namun, ia menekankan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat birokrasi berpuas diri."Capaian ini harus diikuti peningkatan profesionalisme, etos kerja, dan budaya layanan yang konsisten," tegasnya.Purwadi menyampaikan bahwa arah reformasi birokrasi ke depan menekankan pentingnya birokrasi yang responsif dan tidak mempersulit masyarakat."Implementasi kebijakan harus cepat dan tepat sasaran, dan anggaran wajib difokuskan pada program prioritas," ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan untuk mencegah kebocoran serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan dan layanan dasar. Selain itu, ia menyoroti perlunya koordinasi antarlembaga agar program strategis seperti penuntasan kemiskinan serta ketahanan pangan dan energi berjalan selaras.Dalam konteks pembangunan SDM, Purwadi mengingatkan bahwa peningkatan kualitas ASN menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi pemerintah serta pelayanan publik yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Ia menekankan bahwa pengembangan kompetensi ASN adalah keharusan di tengah tantangan kompleks birokrasi modern."ASN harus memiliki literasi digital yang kuat, kemampuan kolaborasi lintas sektor, komunikasi yang baik, empati, dan cara pandang global," jelasnya.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kesenjangan kompetensi harus diatasi melalui pembelajaran yang terarah, inklusif, dan merata.Undang-Undang ASN mengamanatkan pengembangan kompetensi berkelanjutan melalui Sistem Pembelajaran Terintegrasi, yang menghubungkan proses belajar dengan seluruh komponen manajemen ASN. Model pembelajaran 70:20:10 melalui pengalaman kerja, interaksi dan bimbingan, serta pelatihan formal disebut menjadi pendekatan yang memastikan kompetensi ASN relevan dan kontekstual.Roadmap pengembangan kompetensi ASN dari 2019-2024 hingga 2031-2045 juga diarahkan untuk membentuk aparatur yang berintegritas, adaptif, produktif, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045. Selanjutnya, Purwadi kembali menegaskan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan."Kualitas birokrasi ditentukan oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Setiap ASN harus mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang," ujarnya.Purwadi juga menyampaikan apresiasi kepada LAN atas penyelenggaraan forum tersebut, serta berharap hasil forum menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong kemajuan birokrasi Indonesia. Tonton juga video "MenPAN-RB Bicara Target Transformasi ASN dalam Peningkatan Layanan Kepada Masyarakat"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-15 01:53