Apakah Super Flu Bisa Sembuh Sendiri? Ini Kata WHO

2026-02-02 15:20:15
Apakah Super Flu Bisa Sembuh Sendiri? Ini Kata WHO
- Super flu sedang mewabah di Amerika Serikat (AS) dan menjangkiti jutaan warga.Lonjakan kasus super flu ini menyebabkan angka penyakit pernapasan melonjak dan memberi tekanan besar pada fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah, termasuk New York City. Dilansir dari Kompas.com, Senin, pejabat kesehatan masyarakat dan pakar epidemiologi menyatakan jumlah kasus influenza tahun ini meningkat lebih cepat dari musim flu biasa.Varian yang mendominasi yaitu subclade K dari virus influenza A (H3N2), yang lebih mudah menular dan kurang cocok dengan vaksin flu yang dikembangkan sebelumnya. Data terbaru menunjukkan setidaknya 4,6 juta orang telah terinfeksi flu, dengan 49.000 pasien dirawat di rumah sakit dan sekitar 1.900 orang meninggal termasuk beberapa anak-anak.“Musim flu kali ini lebih parah dari biasanya, dan kita bahkan belum mencapai puncaknya,” kata Komisaris Kesehatan New York. Baca juga: Gejala Super Flu, Varian Influenza yang Tengah Mewabah dan Picu Kematian di ASDinamakan super flu karena mengacu pada sifat penularan yang cepat dari varian subclade K.Meski bukan virus baru, mutasinya membuat kekebalan masyarakat dari vaksin dan infeksi sebelumnya kurang efektif mencegah penularan. Menurut pakar, virus ini menyerupai influenza musiman namun dengan kemampuan penyebaran lebih tinggi.Gejala yang dilaporkan mirip flu biasa, seperti demam, lelah, nyeri otot, dan pilek. Namun, sering kali gejala ini muncul lebih cepat dan intens.Berikut gejala super flu: Menurut laporan para dokter di AS, tidak semua gejalanya berbeda dari flu biasa, tetapi:Komplikasi seperti pneumonia, bronkitis, dan infeksi sekunder juga menjadi risiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.Baca juga: Kasus DBD di Pesawaran Lampung Meningkat, Ini Gejala Dini Demam Berdarah yang Perlu DiketahuiDilansir dari laman WHO, seperti infeksi influenza pada umumnya, sebagian besar kasus super flu atau flu musiman dapat sembuh sendiri tanpa perawatan medis tertentu.Hal ini terjadi terutama pada orang sehat dan kelompok yang tidak memiliki faktor risiko berat (misalnya bukan lansia, bayi, atau orang dengan penyakit penyerta).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-02 14:32