Senat Brasil Setujui RUU Pangkas Hukuman Bolsonaro, Presiden Lula Bakal Veto

2026-02-02 13:42:09
Senat Brasil Setujui RUU Pangkas Hukuman Bolsonaro, Presiden Lula Bakal Veto
Senat Brasil menyetujui rancangan undang-undang (RUU) untuk memangkas masa hukuman penjara 27 tahun bagi mantan Presiden Jair Bolsonaro. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva langsung mengajukan veto atau pembatalan RUU tersebut.Dilansir kantor berita AFP dan Reuters, Kamis (18/12/2025), RUU ini telah disetujui oleh majelis minggu lalu dan sudah diserahkan kepada Lula. RUU tersebut dapat mengurangi masa hukuman penjara mantan presiden tersebut menjadi lebih dari dua tahun.Teks tersebut juga menetapkan pengurangan hukuman bagi orang yang dihukum karena peran mereka dalam kerusuhan pada Januari 2023. Senator mengungkap RUU yang diajukan oleh anggota parlemen sayap kanan oposisi ini tersebut merupakan jalan menuju perdamaian."Ini adalah bagian dari jalan kita menuju perdamaian, dan kita semua harus merayakannya," kata Senator Esperidiao Amin.Bolsonaro sendiri mulai menjalani hukuman karena merencanakan kudeta terhadap Lula setelah kalah dalam pemilu 2022. Versi awal dari RUU ini akan mengampuni mereka yang terlibat dalam 'demonstrasi politik' setelah pemilihan Lula. Tetapi, RUU itu mengesampingkan pemberian amnesti penuh kepada mereka.Sekitar 2.000 orang ditangkap atas serangan di Brasil. Banyak dari mereka yang berada di Brasil telah divonis bersalah oleh Mahkamah Agung atas percobaan kudeta, di antara kejahatan lainnya.RUU ini mengubah perhitungan hukuman untuk menghindari hukuman kumulatif untuk beberapa kejahatan. RUU ini juga memberikan pengurangan hukuman bagi terdakwa yang mengambil bagian dalam tindakan dalam konteks kerusuhan, tetapi tidak sebagai pemimpin atau dalam posisi yang mendanai.Senator Flavio Bolsonaro, yang juga putra sulung mantan presiden Jair Bolsonaro menyambut baik pengesahan RUU tersebut."Ini bukan yang kami inginkan, tetapi inilah yang mungkin terjadi dalam situasi saat ini di Kongres," katanya.Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva langsung merespons RUU tersebut. Dia menegaskan akan memveto RUU yang dapat memangkas masa hukuman Jair Bolsonaro, yang dipenjara karena upaya kudeta yang gagal."Ketika sampai di meja saya, saya akan memveto. Itu bukan rahasia lagi," kata Lula."Saya memiliki hak untuk memveto, dan kemudian mereka memiliki hak untuk membatalkan veto saya atau tidak. Itulah permainannya," imbuhnya.Lihat juga Video 'Detik-detik Replika Patung Liberty Roboh Dihantam Angin kencang':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 12:41