Dibalik Pengakuan Israel atas Somaliland: Strategi Laut Merah hingga Isu Palestina

2026-01-15 14:45:13
Dibalik Pengakuan Israel atas Somaliland: Strategi Laut Merah hingga Isu Palestina
– Keputusan Israel mengakui kemerdekaan Somaliland memicu gelombang kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional.Somaliland merupakan wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991, namun hingga kini belum mendapatkan pengakuan internasional secara resmi.Pada Jumat , Israel menjadi negara pertama di dunia yang secara terbuka mengakui Somaliland sebagai negara merdeka.Baca juga: Apa Itu Negara Somaliland yang Kini Diakui Israel?Langkah ini dianggap kontroversial karena dinilai melanggar prinsip integritas teritorial Somalia dan dapat menciptakan preseden berbahaya bagi konflik separatis di dunia.China menjadi salah satu negara yang menyuarakan penolakan keras terhadap pengakuan Israel.“Tidak ada negara yang boleh mendorong atau mendukung kekuatan separatis internal negara lain demi kepentingannya sendiri,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, seperti dikutip sejumlah media internasional.Somalia sendiri mengecam keras pengakuan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan nasional.Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menyatakan bahwa langkah Israel merupakan “ancaman eksistensial” bagi persatuan Somalia.Sejumlah negara besar seperti Mesir, Turkiye, Arab Saudi, Iran, Irak, hingga Qatar turut mengeluarkan kecaman, sebagaimana diberitakan BBC pada Selasa .Organisasi seperti Uni Afrika, yang selama ini menentang pengakuan terhadap wilayah separatis, juga menyuarakan kekhawatirannya.Menurut analis dari Horn of Africa, Abdurahman Sayed, pengakuan semacam ini bisa memicu reaksi berantai dari kelompok separatis di wilayah lain.Baca juga: Kisah 2 Kapal Perang AS Diserang Perompak Somalia Pakai Peluncur RoketDIketahui, Somaliland terletak di pesisir Teluk Aden dan memiliki populasi sekitar enam juta jiwa.Wilayah ini mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991, setelah runtuhnya rezim militer Siad Barre di Somalia.Perjuangan separatis di masa lalu menyebabkan puluhan ribu orang tewas dan menghancurkan banyak kota.Meski tidak diakui secara internasional, Somaliland telah membentuk sistem pemerintahan sendiri yang relatif stabil.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-15 13:29